Follow kami di google berita

Perbedaan Awal Puasa Tak Ciptakan Jarak

TANJUNG REDEB – Pemantauan hilal menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengingat bahwa perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah bukanlah alasan untuk memperlebar jarak.

Ketua PCNU Kabupaten Berau, KH. Masrur menyampaikan, bahwa pemantauan hilal ini dilakukan bersama, kemungkinan perbedaan penetapan awal Ramadan tetap ada. Namun menurutnya, perbedaan tersebut merupakan sunatullah atau sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari.

“Perbedaan itu bukan hanya tahun ini saja. Dari dulu sudah ada dan akan terus ada. Karena memang ada dua metode yang digunakan, yakni rukyatul hilal dan wujudul hilal. Keduanya memiliki dasar dan pendekatan masing-masing,” ujar Masrur dalam Rapat Rukyatul Hilal Awal Ramadhan, Selasa (17/2/2026).

Ia menekankan bahwa Nahdlatul Ulama tidak bisa dipaksa meninggalkan metode rukyat, sebagaimana Muhammadiyah juga tidak bisa dipaksa mengikuti rukyat jika berpegang pada hisab wujudul hilal. Baginya, yang terpenting bukan soal perbedaan tanggal, melainkan bagaimana umat menyikapinya dengan arif dan dewasa.

“Kalau pun berbeda hari, tetapi tetap sama-sama satu Ramadan. Mau Rabu atau Kamis, tetap Ramadan yang sama. Jangan sampai perbedaan cara melihat hilal membuat kita terpecah,” pungkasnya.

Ia juga menegaskan komitmen NU untuk selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat menjelang Ramadan. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel