Penyuluh Pertanian, Kurang dan Banyak Pensiun

A-News.id, Berau — Banyaknya tenaga penyuluh yang mendekati masa pensiun kini harus menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Berau. Karena, untuk membangun pertanian tentu kita harus memiliki tenaga SDM yang mampu menumbuhkembangkan kemampuannya serta dapat mengajak petani yang lain agar terus maju serta dapat menguasai perkembangan teknologi dan informasi dibidang pertanian.

“Untuk penyuluh di sini banyak pensiun, ini kita agak bingung mensiasatinya. Kita sudah usul aja sih, bukan kewenangan kita untuk menambah pegawai,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, Mustakim Suharjana saat diwawancarai, Senin (10/01/2022).

Untuk tenaga penyuluh menurutnya tidak harus seorang PNS, ada juga yang P3K.

“Cuma kan untuk kewenangankan BKD bukan kita, kita hanya mengusulkan saja,” ungkapnya.

Menurut Mustakim, untuk jumlah penyuluh saat ini masih kurang, karena setiap tahun ada yang pensiun. Sehingga jika dihitung-hitung pada 5 tahun kedepan, tenaga penyuluh akan sisa separuhnya.

“Untuk total sementara ada 53, seluruh Kabupaten, kecamatan yang di isi hanya 10, Maratua dan Biduk-Biduk tidak kita isi, karena potensinya perkebunan di situ,” katanya.

Perlu diketahui, penyuluh merupakan sebagai ujung tombak kemajuan di bidang pertanian, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik khususnya dibidang pertanian dengan tidak melupakan visi dan misi awal penyuluhan sebagai usaha penyebaran informasi dan inovasi kemajuan pertanian dalam rangka meningkatkan harkat martabat serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Mustakim juga berharap agar diberikan kuota SDM tenaga penyuluh baik itu dari formasi PNS maupun P3K.

“Kalau tidak bisa ya PTT lah, karena kurang betul idealnya paling tidak 2 desa 1 penyuluh, jadi penyuluh sekarang seperti konsultan, kalau teknologi petani itu bisa mengakses youtube maupun browsing. Tapi tetap harus ada pendampingan,” pungkasnya. (ryan)

Bagikan