PENGAMAT KELISTRIKAN BERAU: MESIN DIESEL PLN DI-OVERHAUL, TIDAK LAYAK

Muhammad Idris, seorang Pengamat Kelistrikan

ANEWS, Berau – Mengomentari pemberitaan ANews terkait dugaan PLN datangkan mesin pembangkit diesel bekas yang harus di-overhaul sebelum dipasang di Tanjung Batu guna memasok daya listrik ke Kampung Kasai, Muhammad Idris, seorang Pengamat Kelistrikan yang juga pernah berkecimpung di AKLI Berau, dan asosiasi kelistrikan Kaltim bahkan nasional itu menyampaikan ke ANews, Selasa, 24/11, bahwa diduga kuat barang itu barang bekas yang sudah ‘parah’ sampai harus memerlukan penanganan “overhaul”.

“Jadi kalau sampai di-overhaul, artinya itu barang sudah parah,” imbuhnya.

Idris mengatakan memang banyak mesin-mesin pembangkit diesel bekas milik PLN yang ada, tetapi bila sudah masuk kategori di-overhaul, maka dianggap kondisinya sudah tidak maksimal lagi, sebab sewaktu-waktu bisa break-down, dan memerlukan perbaikan, yang berdampak sewaktu-waktu padamnya suplai aliran listrik ke jaringan pelanggan.

“Jelas kalau sering padam, ini akan merugikan masyarakat pelanggan, belum barang-barang elektronik milik warga pada rusak”, tandasnya.

Dikhawatirkan nanti jika kondisi mesin seperti itu dipakai secara terus menerus, akan mengakibatkan terganggunya pasokan listrik bila tidak di-maintenance dengan baik.

Karena pada dasarnya, mesin-mesin pembangkit second (bekas) ini adalah mesin yang sudah pernah dipakai dalam jangka waktu tertentu sehingga perlu diganti dengan yang baru dan lebih bertenaga.

Menurut Idris, kenapa tidak menggunakan mesin yang baru saja supaya masa pakainya lebih panjang dan dijamin tidak akan break-down dalam usia operasinya secara maksimal. (nov/jul)

Bagikan