PEMUDA BERAU GELAR DISKUSI BERSAMA TOKOH DAN PEMKAB, BEBERAPA TOPIK JADI PEMBAHASAN

ANEWS, Tanjung Redeb – Gabungan Mahasiswa dari berbagai sekolah tinggi di Kabupaten Berau menggelar dialog kepemudaan, Kamis (5/11/2020).

Dialog yang dipusatkan di Gedung Balai Mufakat, Jalan Cendana, Kecamatan Tanjung Redeb itu membahas, terkait persoalan kepemudaan di Bumi Batiwakkal dengan mengundang narasumber dari tokoh pemuda dan pihak pemerintah daerah melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Perwakilan dari Tokoh Pemuda, Miftahul Huda, yang juga merupakan Ketua Panitia dalam acara tersebut menyebut, ada empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui diskusi yang juga rangkaian dari Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 yang diperingati pada 28 Oktober 2020 lalu.

“Tujuan kita di kegiatan itu, diantaranya, menjalin silahturahmi sesama lembaga, kedua, sebagai penyelenggaraan peringatan terkait perjalanan sejarah pemuda Indonesia dan meningkatkan sikap nasionalisme pemuda Berau,” ucapnya.

Bahkan melalui diskusi itu, tujuan lain yang ingin dicapai yakni dalam hal komitmen bersama untuk menyatukan tiga kubu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Berau.

Moderator dan Narasumber

“Serta menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Berau, itu beberapa tujuan dari teman-teman pada dialog hari ini yang dimana kita juga ingin menanyakan dan menyatukan KNPI Berau,” tutur Huda.

Sementara itu, Kepala Dispora Berau Amiruddin, mengapresiasi langkah yang sudah digapai oleh pemuda Berau yang sudah berinisiatif membentuk forum membahas persoalan terkait kepemudaan itu.

Ia mengaku hal tersebut, sebagai modal dalam membentuk ide-ide dari gagasan organisasi kepemudaan yang tersebar di Berau.

“Saya juga memberi harapan kepada pemerintah dalam hal ini Dispora paling tidak bisa bersilahturahmi, karena tidak saatnya lagi kita ada gengsi, bahkan melibatkan kepentingan masing-masing, mari kita duduk sama-sama,” katanya.

Melihat potensi pemuda yang ada itu pula, Amiruddin menyambut baik namun ia mengaku hal itu perlu penyaluran aspirasi yang tepat.

“Harus bisa dan pandai melakukan koordinasi, karena kadang-kadang orang itu mudah mengucapkan namun susah untuk melaksanakan, aspirasi itu pula bisa diaplikasi secara lisan maupun tertulis, dengan konsep yang sudah dipersiapkan,” pungkasnya. (myk)

Bagikan