ANTISIPASI STOK LOKAL YANG MENURUN MELALUI PROGRAM KETAHANAN PANGAN

Lahan Bekas Terbakar

ANEWS, Tanjung Redeb – Kebijakan larangan membakar kawasan lahan untuk perkebunan di Kabupaten Berau, dipastikan berdampak juga kepada produksi padi lokal yang ikut berkurang, Kamis (5/11/2020).

Pasalnya produksi beras yang merupakan stok pangan Berau tersebut sebagian berasal dari hasil tanam padi sawah lokal, dan sebagiannya lagi juga didukung oleh stok yang didatangkan dari luar daerah.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Pangan Berau, Pattah Hidayat mengakui, bahwa memang terdapat pengurangan hasil produksi beras di Bumi Batiwakkal (Nama lain Berau-red) dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

“Namun terkait dampak kebijakan larangan membakar kawasan hutan untuk membuka lahan perkebunan saya rasa itu memang benar, tetapi bukan faktor utama melainkan variabel faktor,” ucapnya.

“Karena selain ada padi sawah dan ladang, kemudian penurunan produksi, ini memang ada kaitannya dengan berkurangnya lahan padi ladang,” sambungnya.

Meski begitu, Pattah mengatakan, keadaan yang demikian tersebut tidak berdampak signifikan bagi stok pangan Berau. Pasalnya,Berau masih aman hingga beberapa bulan ke depan. Demikian pula, pasokan dari lokal juga terus masuk secara bertahap.

“Soal penurunan produksi padi ladang merupakan efek dari adanya kebijakan, juga tak kalah penting terkait tujuan utama pemerintah meminimalisir dampak kerusakan hutan dari pembakaran yang dilakukan saat membuka lahan,” jelasnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi penurunan padi ladang, Pattah mempunyai upaya dalam hal perluasan areal tanam dan produksi padi sawah, yakni melalui program ketahanan pangan yang saat ini tetap berjalan.

“Tantangannya saat ini adalah regenerasi dan ada zona merah pangan, makanya saat ini kita terus perkuat program ketahanan pangan bersinergi dengan pertanian untuk target mandiri pangan,” jelasnya. (myk)

Bagikan