TANJUNG REDEB – Dalam salah satu poin yang disepakati di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 bersama DPRD Berau, pada Kamis (4/9/2025), adalah tentang pondasi ekonomi pasca tambang.
Fokus utama yang ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih adalah pengembangan ekonomi hijau dengan mengoptimalkan komoditas unggulan daerah, seperti kakao, kelapa dalam dan jagung.
Menurutnya, langkah ini bukan hanya peluang besar untuk menciptakan kemandirian ekonomi, tetapi juga memastikan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Ini menjadi peluang besar bagi Berau untuk memperkuat pondasi ekonomi agar tumbuh lebih kuat, mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Salah satu yang menjadi tantangan transformasi ekonomi yang dihadapi Berau adalah selama ini, sektor pertambangan masih mendominasi. Untuk itu, Pemkab menyiapkan strategi pergeseran menuju sektor berbasis agroindustri dan ekowisata, yang diyakini mampu menciptakan daya saing baru.
Dalam kesempatan tersebut, Sri juga menyoroti pentingnya pengembangan Integrated Area Development (IAD).
Model tersebut diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program perhutanan sosial, termasuk pengelolaan hutan rakyat.
Dengan arah pembangunan yang lebih hijau dan inklusif, Pemkab Berau optimistis mampu mengurangi ketergantungan pada sektor tambang.
Lebih dari itu, strategi ini diyakini akan membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara maksimal. (Adv/fan)













