Nasib Usaha Penggilingan Daging di Tengah PPKM

ANews, Berau – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak kepada aktivitas usaha penggilingan daging. Diakui sejak PPKM level 4 diberlakukan usaha ini menjadi lesu karena pesanan penggilingan daging berkurang.

Ditengah pemberlakuan PPKM aktivitas usaha penggilingan daging di kawasan pasar Sanggam Adji Dilayas masih terlihat. Pemilik usaha bersama pekerjanya nampak sibuk menggiling daging pesanan pelanggan.

Namun begitu, pemilik usaha rumahan ini mengaku pendapatannya menurun drastis akibat sebagian pelanggannya yang rata-rata dari kalangan pedagang bakso sudah enggan menggiling.

Pemilik usaha Sumanto menduga, kondisi yang dirasakan ini merupakan dampak penyebaran wabah covid-19 yang masih meluas di Kabupaten Berau. Bahkan penurunan pendapatan dipastikan mencapai 50 persen dibanding saat wabah covid-19 belum meluas.

“Sangat menurun, pedagang khususnya penjual bakso juga mulai kurang menggiling karena jam dagangnya terbatas,” ungkap Sumanto saat diwawancarai di sela kegiatan, Rabu (11/8/2021).

“Tapi kan yang namanya usaha kalau lagi banyak pesanan ya untungnya juga banyak, sebaliknya kalau lagi sepi ya untungnya sedikit,” katanya.

“Untuk pesanan gilingan juga tidak sampai sepuluh orang per hari,” pungkasnya.

Sementara itu, pedagang bakso keliling mengaku, saat ini angka penjualan tidak seramai saat sebelum wabah covid-19. Untuk menghindari kerugian, pedagang bakso terpaksa mengurangi pembelian bahan dasar pembuatan bakso yakni daging.

“Merasakan sih pengaruhnya tapi ya mau bagaimana lagi, pasrah ajalah, tapi semoga ada kebijakan lain lah yang sekiranya bisa meringankan,” kata seorang pedagang bakso Firman.

Untuk meningkatkan pendapatan, penggiling daging kini banyak berharap agar penyebaran wabah covid-19 segera berakhir. Usaha penggilingan yakin berakhirnya wabah covid-19 akan membangkitkan ekonomi warga.

Bagikan