TANJUNG REDEB — Hingga 2025 lalu, jumlah penduduk di Kabupaten Berau sudah tembus di angka 308 ribu jiwa lebih. Angka ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya.
“Ada peningkatan atau penambahan sekitar 9 ribu lebih dari tahun 2024 lalu. Dimana arus perpindahan masuk dinilai menjadi faktor dominan, terutama karena alasan pekerjaan,” ujar Kepala Disdukcapil Berau melalui Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk, Jhon Frihandany, ditemui beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, permohonan pindah ke Berau didominasi karena alasan pekerjaan. Yang kemudian diikuti anggota keluarga istri, anak, bahkan kerabat.
Dari angka 308.020 jiwa, terdiri dari 163.632 laki-laki dan 144.388 perempuan. Untuk persebaran penduduk masih didominasi wilayah perkotaan dan kecamatan penyangga ibu kota kabupaten. Tanjung Redeb menempati posisi tertinggi dengan 79.322 jiwa, disusul Sambaliung 49.365 jiwa, Teluk Bayur 37.995 jiwa, dan Gunung Tabur 34.890 jiwa.
Sementara kecamatan lainnya yakni Segah 21.367 jiwa, Talisayan 19.039 jiwa, Pulau Derawan 15.305 jiwa, Batu Putih 10.658 jiwa, Biatan 10.510 jiwa, Tabalar 8.639 jiwa, Kelay 8.580 jiwa, Biduk Biduk 8.276 jiwa, dan Maratua 4.036 jiwa.
“Persebarannya tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya, konsentrasi penduduk masih terpusat di kecamatan terdekat dengan pusat pemerintahan dan ekonomi,” katanya.
Secara rata-rata, pertambahan penduduk Berau mencapai 8.000 hingga 10.000 jiwa per tahun, atau sekitar 4.000 jiwa setiap semester. Angka tersebut dihitung dari selisih kelahiran dan kematian, ditambah penduduk datang serta dikurangi penduduk yang keluar daerah.
“Jadi pertumbuhan penduduk tidak hanya dipengaruhi angka kelahiran. Arus perpindahan masuk juga menjadi faktor dominan, terutama karena alasan pekerjaan itu,” pungkasnya. (Ard)













