Melalui Program Pemprov, 140 Rumah Layak Huni Diperbaik

ANews, Tanjung Redeb – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah provinsi dan pusat menjadikan pemerintah daerah Berau, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Bumi Batiwakkal.

Bahkan program tersebut sudah berjalan di Berau sejak lama. Walaupun dari BSPS itu lebih dominan kepada pembedahan rumah dibanding mendirikan rumah baru untuk warga tidak mampu agar lebih layak huni.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan, Yudi Artangali menjelaskan, terkait kriteria penerima BSPS antara lain, yakni sudah berkeluarga, menguasai tanah dengan alas hak yang sah, belum memiliki rumah atau memiliki dan menempati satu-satunya rumah tidak layak huni.

“Selain itu belum pernah memperoleh dana BSPS atau bantuan pemerintah untuk program perumahan lainnya, serta berlenghasilan dibawah Rp 3.000.000 per-bulan,” ucapnya.

“Tahun belakangan ini tidak ada program pembangunan rumah sehat, namun yang ada sekarang ini hanya memperbaiki rumah warga melalui program BSPS,” sambungnya.

Lebih lanjut, Yudi menyebut, terkait jumlah rumah di Kabupaten Berau tercatat sekitar 56.000 rumah, diantaranya 48.000 rumah dinilai layak huni dan 8.000 merupakan rumah tidak layak huni yang masuk kriteria penerima bantuan.

“Namun kuota yang terpenuhi tahun ini mendapat bantuan hanya 140 rumah saja, 60 rumah yang ditangani Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, 60 rumah bersumber Dana Alokasi Khusus atau DAK dan 20 rumah dari Kabupaten dengan sumber dana APBD,” sebut Yudi.

“Masing-masing rumah mendapatkan dana pembangunan Rp 17.500.000 untuk biaya perbaikan. Rp 15.000.000 untuk kebutuhan membeli komponen bahan materian dan Rp 2.500.000 untuk upah tukang,” terangnya.

Diakuinya, tahun ini belum bisa memenuhi semua kuota rumah warga tidak mampu dikarenakan berkurangnya anggaran akibat pandemi Covid-19. Namun pemerintah berupaya agar semuanya dituntaskan sesuai target.

“Target pemerintah daerah semua kuota terpenuhi, tapi akan diupayakan secara bertahap meski anggaran terbatas akibat pandemi Covid-19. Semoga pandeminya cepat berakhir,” tutupnya. (mik)

Bagikan