UPTD PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR PU WILAYAH III KALTIM YANG BERTANGGUNGJAWAB JALAN PROVINSI/NASIONAL TIDAK ADA FUNGSINYA, ASPIRASI MASYARAKAT BERAU KEPADA PRESIDEN JOKOWI

Syahbuddin yang berada di depan DPUPR provinsi

ANEWS, Berau – Hampir semua jalan provinsi/nasional yang berada di wilayah Kabupaten Berau rusak parah. Seperti jalan  Poros Jalan Teluk Bayur – Labanan, dan Jalan Poros Tanjung Redeb – Suaran – Talisayan. Kondisi rusak parahnya jalanan tersebut sudah sejak sekitar 13 tahun lalu. Syahabuddin, warga Talisayan menyampaikan langsung kepada ANews, Rabu, 4/11/2020.

Parahnya kondisi jalan poros Talisayan

Menurut Syahabuddin yang akrab dipanggil Daeng, tidak ada perbaikan atau peningkatan terhadap ruas jalan tersebut selama ini sehingga warga masyarakat Berau sudah sangat kecewa terhadap kebijakan Pemerintah provinsi maupun pusat.

“Masak untuk kepentingan rakyat Berau bisa melintas di jalan yang licin seperti di Pulau Jawa, Sumatera maupun di Sulawesi bahkan Papua, tidak mereka peduli, sementara kekayaan hasil pendapatan dari Kalimantan Timur termasuk Berau cukup besar mereka kuras selama ini,” beber Syahabuddin.

Daeng juga menceritakan peristiwa yang sempat menggegerkan warga Talisayan sebagai ilustrasi yang diduga sebagai dampak parahnya kondisi ruas Jalan Poros Tanjung Redeb – Talisayan, dimana sekitar bulan Mei 2020 lalu CS, seorang warga Talisayan mengamuk dan marah kepada salah seorang bidan di RS Pratama Talisayan seusai isterinya melahirkan di rumah sakit tersebut, dan karena terjadi pendarahan sehingga harus dirujuk ke RSUD di Tanjung Redeb, lewat jalan poros Tanjung Redeb – Suaran – Talisayan itu, namun baru sampai Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung sang isteri dinyatakan meninggal dunia.

Jalan poros Labanan yang telah dikeruk namun tak ditindak lanjuti

“Dengan kondisi jalan seperti itu, orang sehat saja merasakan goncangan luar biasa berkendaraan sepanjang ruas poros jalan Talisayan – Suaran, apalagi orang sakit,” terang Daeng.

Dia juga menyesalkan sejumlah pejabat daerah yang mungkin tidak pernah menyampaikan kondisi ril rusak parahnya jalan poros tersebut ke pusat atau ke presiden.

“Saya yakin kalau Presiden Jokowi tahu kondisi jalan yang rusak parah ini, pasti beliau perintahkan Menteri PU-nya segera memperbaiki,” tambahnya.

Bukankah Berau ini salah satu kabupaten/kota yang ada provinsi Kalimantan Timur, tetapi kenapa hanya di Kabupaten Berau saja kondisi rusak parahnya di beberapa titik Jalan Poros Nasional seperti Jalan Poros Labanan dan jalan Poros Tanjung Redeb-Suaran-Talisayan, seolah dibiarkan?

Daeng, yang merupakan representasi segenap aspirasi warga masyarakat Talisayan berharap agar pemerintah serius mencarikan solusi untuk percepatan perbaikan jalan poros baik poros labanan maupun Jalan poros Tanjung Redeb – Suaran-Talisayan.

“Pendapat saya, tidak ada fungsinya kantor UPTD PUPR Provinsi kaltim ini, lebih baik dia tidak ada di Berau”, pungkas Daeng.

Kondisi kantor yang tertutup dan tak ada orang

Sementara Tim ANews Rabu (4/11) mencoba mengkonfirmasi pihak DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Provinsi Kalimantan Timur yang ada di Jalan Pemuda No. 17 Tanjung Redeb Kabupaten Berau mengenai hal tersebut, namun pihaknya tak buka suara tentang hal tersebut mereka hanya menjelaskan bahwa itu bukan ranah mereka untuk menjelaskan kondisi itu.

“Itu bukan link-nya kami, karena itu termasuk dana APBN serta yang bertanggung jawab tentang itu bukan kami tetapi Nasib (Koordinator APBN Kabupaten Berau). Jadi kami tak berani mengeluarkan pendapat tentang hal ini,” ujar security DPUPR Provinsi.

Anews pun menanyakan kepada pihaknya tentang keberadaan Pak Nasib namun tak ada satupun yang mengetahui keberadaan serta nomor telepon Pak Nasib, bukankah ini hal-hal yang janggal ? Apakah tak ada koordinasi baik dari DPUPR kabupaten maupun provinsi dengan sosok Pak Nasib ini, sedangkan beberapa perbaikan jalan yang ada menggunakan dana APBN. (nov)

 

Bagikan