TANJUNG REDEB – Salah satu pelayanan kesehatan yang sering dikeluhkan masyarakat Kabupaten Berau adalah layanan cuci darah di RSUD Abdul Rivai. Namun, permasalahan ini tak semata-mata karena dari pihak rumah sakit berplat merah itu saja.
Dalam kunjungannya sembari meninjau pelayanan di rumah sakit pada Rabu (17/6/2026), Wabup Berau Gamalis didampingi Direktur dr.Jusram dan Humas Dani Apriat Maja, menyempatkan melihat pelayanan di ruangan Hemodialisis.
Dalam kesempatan itu, direktur menyampaikan kendala yang menjadi dasar pembatasan kuota dalam pelayanan cuci darah di rumah sakit.
“Rumah sakit kami sampai hari ini ini memiliki 8 mesin cuci darah yang aktif melayani 48 pasien setiap minggunya. Sebenarnya ada 5 mesin yang siap digunakan, dan kalaupun mau menambah lagi vendor yang sudah terjalin KSO sudah siap,” ungkapnya kepada Wabup Berau Gamalis.

Namun, meskipun sarpras sudah siap, terbentur aturan BPJS yang mewajibkan jarak dan kondisi kelayakan gedung yang harus memadai, sementara dengan luasan gedung yang ada, BPJS hanya bisa menanggung klaim 8 mesin saja.
Direktur menjelaskan sekitar kurang lebih 58 warga berau masih berada di Tarakan, Balikpapan dan Samarinda yang tidak dapat kembali ke Berau, karena kuota cuci darah di Berau masih belum memungkinkan penambahan.
“Hal ini tentu menjadi beban bagi pasien dan keluarga karena harus mengontrak atau ngekos di luar Berau dan jauh dari keluarga, serta menjadi PR besar bagi manajemen rumah sakit untuk menyelesaikannya,” tambahnya.
Melalui kunjungan Wabup, permohonan percepatan pemenuhan kelengkapan gedung walet yakni lift sangat dibutuhkan. Ini agar ICU lama dapat dipindahkan ke ICU baru dan gedung hemodialisia dapat bergeser ke lokasi yang lebih luas, sehingga dapat melakukan pengajuan penambahan mesin kepada BPJS untuk klaim kuota pasien.
Setelah mengingat urgensi yang ada, pihak RSUD dr Abdul Rivai melakukan langkah percepatan, dimana berencana memberikan alternatif solusi yakni memanfaatkan Gedung IGD lama, yang semula rencananya akan dimanfaatkan sebagai layanan dental centre untuk gabungan spesialis gigi.
“Akan diubah menjadi ruang HD dalam waktu dekat, agar dapat segera memenuhi kebutuhan ruang yang ada. Dan dental centre baru akan dipindahkan ke ruang ICU lama, sambil menunggu ICU baru di gedung Walet terpenuhi,” beber Jusram.
RSUD dr.Abdul Rivai pun terus berkomitmen meningkatkan layanan, agar pasien yang mencuci darah di luar bisa kembali ke Berau berkumpul keluarga. (*/Ard)













