Konstruksi Jembatan Sungai Siagung Segah Kembali Dikerjakan

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Jimmy Arwi Siregar
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Jimmy Arwi Siregar

Tanjung Redeb, ANews – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau dalam waktu dekat akan kembali mengerjakan konstruksi jembatan Sungai Siagung di Kecamatan Segah. Lanjutan pengerjaan itu dilaksanakan setelah penyesuaian anggaran rampung dengan negosiasi biaya menjadi Rp2,5 miliar.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Jimmy Arwi Siregar mengatakan, lanjutan pekerjaan konstruksi jembatan dilakukan lantaran konstruksinya memang kurang memadai, dan sangat sulit untuk dilewati.

“Kalau kondisi jembatan berfungsi dengan baik, dan tidak ada masalah, hanya memang konstruksinya kurang memadai dan sangat sulit untuk dilewati, dan itu yang saat ini kita lakukan perbaikan,” ujar Jimmy saat ditemui ANews di ruang kerjanya, Jumat (07/08/2020).

Terkait progres yang akan dikerjakan, dikatakan Jimmy, terdiri dari pengerjaan tanah, penyiapan badan jalan, penimbunan dan pengadaan pemasangan bio textil non open serta pengerasan untuk rigid beton.

“Kemarin terjadi penurunan dinding penahan tanah untuk oprit (timbunan tanah atau urugan yang dibuat sepadat mungkin), dan juga retak. Nah itu nanti kita akan bongkar semua, kita buatkan lagi baru untuk oprit nya, selanjutnya kita timbun kembali kemudian kita bikinkan jalan rigidnya untuk masuk ke jembatan,” jelasnya.

Bahkan saat akan diusulkan kembali program pembangunan jembatan tersebut, lanjut Jimmy, tim DPUPR dan Inspektorat telah melakukan pemantauan ke lokasi untuk menilai pekerjaan yang bisa dilakukan dan tidak. Alhasil, dari kondisi di lapangan, kerusakan hanya terjadi pada oprit jembatannya saja, tidak pada kondisi jembatan.

“Terkait dengan isu tiang pancang yang menggantung dan tidak masuk secara keseluruhan ke sungai, saya tidak mendengar itu, dan di lapangan pun kondisi tidak seperti itu. Kondisi di lapangan hanya rigid nya pecah karena terjadinya penurunan dan retaknya dinding penahan tanah yang seharusnya menahan timbunan agar tidak bergeser,” tuturnya.

“Kemarin memang mengkhawatirkan, namun pengguna jalan tidak kita anjurkan untuk lewat di situ (jembatan Sungai Siagung-red), makanya kita (DPUPR-red) membuatkan jembatan bailey di sebelahnya untuk digunakan pengguna jalan. Namun kita coba membuat palang-palang juga untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan karena kondisinya memang belum sepenuhnya layak untuk digunakan,” tandasnya seraya berharap agar lanjutan pengerjaan tersebut tuntas tahun ini, dan ditargetkan akhir November 2020 dapat difungsikan dengan normal.(*Gs/Anews)

Bagikan