TANJUNG REDEB – Kebersihan menjadi kunci agar Berau tetap menjadi destinasi wisata menarik dan berkelanjutan. Pengelolaan kawasan wisata perlu ditata dengan benar, khususnya di sekitar Tepian Ahmad Yani, yang sudah ditetapkan sebagai lokasi pusat wisata kuliner dalam kota.
“Apalagi di Tepian Ahmad Yani merupakan kawasan sekitar sungai dan tempat berjualan masyarakat. Selain itu juga menjadi wilayah strategis yang harus dikelola dengan baik. Selain menjaga kebersihan, ketertiban pedagang juga menjadi perhatian utama,” kata Wakil Bupati Gamalis usai mengikuti kegiatan kerja bakti dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup.
Kepada para pedagang, Wabup menyampaikan pesan khusus agar lebih peduli terhadap lingkungan tempat para pedagang berjualan. Ia mengingatkan bahwa lokasi usaha yang bersih dan tertata, akan meningkatkan minat pengunjung, yang pada akhirnya berdampak pada keuntungan.
“Pedagang tentu ingin mendapat keuntungan. Tapi kalau tempat berjualannya kotor dan tidak nyaman, siapa yang mau datang? Jadikan area ini tidak hanya tempat berjualan, tapi juga bagian dari daya tarik wisata. Tempat yang indah akan membuat orang datang, selfie, menikmati suasana, dan kembali lagi,” pesannya.
Gamalis juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan menerapkan pendekatan reward and punishment. Namun, sebelum itu, aksi nyata akan dilakukan terlebih dahulu untuk mengedukasi dan melibatkan masyarakat.
“Setelah aksi dilakukan, baru kita pikirkan bagaimana bentuk penghargaan bagi yang taat, atau sanksi bagi yang melanggar. Tapi yang terpenting adalah membangun kesadaran kolektif terlebih dahulu,” tegasnya.
Terkait Kegiatan peringatan HPSN 2025 turut dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih yang menyasar sejumlah titik, di antaranya bantaran Sungai Segah, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pulau Sambit, dan Jalan Pulau Derawan. Aksi ini melibatkan masyarakat, mahasiswa, ASN, komunitas, serta dukungan dari pihak swasta dan instansi vertikal.
Disampaikan Wabup Gamalis kegiatan tersebut merupakan langkah positif yang harus dijadikan agenda rutin, bukan hanya bersifat seremonial.
“Kalau kegiatan seperti ini dilakukan secara periodik, tidak hanya saat Hari Lingkungan Hidup, tentu akan memberi dampak lebih besar terhadap kebersihan dan ketertiban lingkungan, khususnya di titik-titik rawan sampah,” tukas Gamalis lagi. (Adv/fan)













