Interkoneksi Jaringan Listrik Tanjung Selor-Tanjung Redeb Tak Sanggup Penuhi Kebutuhan Listrik Masyarakat, Akibat Unit PLTU Lati Rusak

A-News.Id, Tanjung Redeb – Interkoneksi jaringan listrik dari Tanjung Selor ke Berau di kabarkan sudah rampung. Bahkan, beberapa bulan lalu, Bupati Berau sudah meresmikan Gardu Induk (GI) di Kelurahan Gunung Panjang.

Namun, pada nyatanya interkoneksi jaringan listrik yang diharapkan mampu saling mendukung terkait kebutuhan daya listrik tak mampu berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat.

Diketahui, melalui sistem interkoneksi dimana sistem Tanjung Selor dapat mengirim daya hingga 7 MW ke sistem Tanjung Redeb.

Sistem interkoneksi Tanjung Selor – Tanjung Redeb disuplai oleh PLTGU MEK, PLTU SAS, dan PLTMG di Tanjung Selor dengan daya mampu hingga 26 MW. Saat ini, sistem tersebut memiliki cadangan daya hingga 7 MW.

Menurut perwakilan Unit Pelaksana Pembangunan (UPP) Zul, interkoneksi yang dibangun telah rampung.

“Sudah selesai pembangunannya,” ujarnya.

Disinggung soal masih adanya pemadaman listrik di Berau, Zul menyebut bahwa itu harusnya dipertanyakan ke UP3 Berau.

“Itu biar lebih pas dan lengkap bisa dikonfirmasi ke rekan-rekan di unit pengusahaan mas seperti UP3,” katanya.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Berau, Denny mengatakan, bahwa interkonesi Tanjung Selor ke Berau sudah berlangsung. Namun, suplai interkoneksi hanya mampu menyalurkan energi listrik sebesar 3 MW.

“Namun gangguan PLTU Lati 2 unit itu 10 MW sehingga terjadi defisit,” terangnya.

Diakuinya, secara teknis interkoneksi belum bisa kirim sampai 7 MW. Hal itu dipengaruhi hal teknis di wilayah Tanjung Selor.

“Karena masih dalam kondisi sinkronisasi antar pembangkit di Tanjung Selor,” tandasnya. (Poh)

Bagikan