TANJUNG REDEB – Layanan jemput bola administrasi kependudukan di Kabupaten Berau, dipastikan tetap berjalan meski harus disesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan tahun ini. Penyesuaian dilakukan tanpa menghentikan pelayanan, terutama bagi masyarakat yang tergolong penduduk rentan.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau, Faisal Riza, menegaskan kelompok penduduk rentan seperti korban kebakaran, penyandang disabilitas, serta warga dengan keterbatasan akses layanan tetap menjadi prioritas utama dalam program jemput bola.
“Untuk warga yang masuk kategori penduduk rentan, layanan jemput bola tetap kami jalankan. Mereka tetap menjadi prioritas kami,” tegas Faisal saat ditemui media A-NEWS, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, penyesuaian layanan jemput bola dilakukan karena program tersebut masih bersifat manual dan membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, terutama untuk menjangkau kampung-kampung dan masyarakat secara langsung.
“Layanan jemput bola ini kan masih manual. Dengan adanya efisiensi anggaran, tentu pelaksanaannya kami sesuaikan dan kami evaluasi ke depan,” ujarnya.
Menurut Faisal, penyesuaian yang dilakukan lebih pada pengaturan jadwal dan cakupan pelayanan ke lapangan, agar layanan tetap dapat berjalan meski dengan keterbatasan anggaran.
Disdukcapil berharap, meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran, masyarakat tetap dapat merasakan manfaat dari layanan jemput bola, khususnya warga yang membutuhkan pelayanan langsung dari petugas.
“Harapan kami, meski ada efisiensi anggaran, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan warga tetap terlayani dengan baik,” pungkasnya. (Man)













