Follow kami di google berita

DPPKBP2A Berau Percepat Digitalisasi Data Kependudukan Lewat Penguatan Rumah Data dan Aplikasi SIperindu

DPPKBP2A Berau Percepat Digitalisasi Data Kependudukan Lewat Penguatan Rumah Data dan Aplikasi SIperindu

‎TANJUNG REDEB – Transformasi digital terus didorong Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2A) Berau, khususnya dalam upaya memperkuat pengelolaan data kependudukan di tingkat kampung.

‎Melalui kegiatan Orientasi Pengelolaan Rumah Data Kependudukan serta Sosialisasi Sistem Informasi Peringatan Dini Pengendalian Penduduk (SIperindu), Selasa (9/12), DPPKBP2A menegaskan komitmennya mempercepat tata kelola data berbasis teknologi.

‎Kepala DPPKBP2A Berau, Rabiatul Islamiah, menyampaikan bahwa digitalisasi data bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendasar agar pemerintah bisa merumuskan kebijakan yang tepat dan responsif.

‎“Melalui SIperindu, kami ingin memastikan setiap kampung dapat membaca situasi kependudukan secara real time. Aplikasi ini menjadi alat analisis yang memberi gambaran kondisi warga secara lebih detail,” jelasnya.

‎SIperindu, lanjutnya, dikembangkan sebagai platform analisis kependudukan yang membantu memprediksi potensi permasalahan sejak dini. Namun digitalisasi tidak akan berjalan optimal tanpa keberadaan Rumah Data Kependudukan yang aktif dan lengkap.

‎Dari 13 kecamatan, 100 kampung, dan 10 kelurahan di Berau, masih ada wilayah yang belum memiliki Rumah Data.

‎“Rumah data kita belum seratus persen. Ini yang terus kita dorong, karena Rumah DataKu adalah pusat data mikro desa yang menjadi fondasi digitalisasi kependudukan,” tegas Rabiatul.

‎Ia menambahkan, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dan kesiapan penyuluh KB di lapangan.

‎“Jika semua terlibat, kualitas datanya makin baik dan manfaatnya makin besar untuk pembangunan,” ujarnya.

‎Program tahun anggaran 2025, kata Rabiatul, diarahkan untuk memperkuat kemampuan kampung dalam mengelola rumah data berbasis digital serta mendorong penyelarasan tata kelola pemerintahan kampung dengan kebutuhan data yang akurat.

‎Sementara itu, Staf Ahli Setda Berau, Rusnan Hefni, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Berau, menegaskan bahwa digitalisasi data adalah elemen kunci dalam pembangunan daerah modern.

‎“Di era digital, data adalah aset paling berharga. Kalau datanya tidak akurat, sistem akan membaca informasi yang keliru, dan kebijakan yang lahir pun bisa salah arah,” ujarnya.

‎Ia menekankan bahwa Rumah Data harus berfungsi sebagai pusat data yang benar-benar bekerja, bukan sekadar formalitas administrasi.

‎“Jangan sampai data diisi asal-asalan hanya untuk memenuhi kewajiban. Ini bukan sekadar angka, tapi dasar pembangunan,” tegas Rusnan.

‎Menurutnya, SIperindu juga berperan sebagai sistem peringatan dini untuk membaca dinamika penduduk di lapangan. Dengan analisis digital, pemerintah kampung dapat lebih cepat merespons potensi masalah seperti kepadatan penduduk, ketimpangan akses layanan, hingga isu perlindungan perempuan dan anak.

‎Rusnan menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihakmulai dari penyuluh, pemerintah kampung, hingga masyarakatdalam membangun ekosistem data yang terintegrasi.

‎“Kita harus bekerja bersama mengawal validitas data. Keberhasilan digitalisasi ini akan sangat menentukan kualitas SDM Berau ke depan,” ujarnya.

‎Melalui penguatan Rumah Data dan optimalisasi SIperindu, Pemerintah Kabupaten Berau berharap seluruh kampung dapat masuk dalam sistem pengelolaan data modern yang akurat, terpadu, dan mudah diakses.

‎”Dengan adanya upaya ini harapannya dapat menjadi landasan penting menuju Berau yang unggul, maju, dan sejahtera,” tutupnya. (ADV/Ky).

Bagikan

Subscribe to Our Channel