DI MASA PANDEMI PARA NELAYAN KAMPUNG KASAI KELUHKAN HARGA HASIL LAUT YANG MENURUN

kelompok usaha yang ada di Kampung Kasai

ANews Kasai – Kampung Kasai mayoritas kurang lebih 80% berprofesi sebagai nelayan, saat ini kondisi penghasilan Nelayan Kampung Kasai drastis menurun di masa pandemi ini, salah satunya karena harga udang dan ikan menurun drastis.

Dari infomasi yang diterima ANews saat mewawancarai Darwan, pemilik UD NUR AMELIA, Selasa (03/11), mengatakan hasil nelayan Kampung Kasai saat ini menurun.

“Terkadang kita bisa melihat dari hitungan air setiap minggunya juga biasanya nelayan pendapatannya naik saat air besar selama 2 minggu dan apabila air besar sudah selesai biasanya para nelayan tidak ada yang turun paling hanya satu dua nelayan saja yang turun ke laut,” ungkapnya.

Mereka juga sangat mengkhawatirkan nelayan Kasai yang  pendapatan hasil lautnya berkurang, juga dengan menurunnya hasil laut dan harga jual udang, ikan dan lainnya akibat Covid -19 yang hingga saat ini masih belum normal.

Sependapat dengan Apri, salah seorang warga Nelayan Patogo mengatakan  memang ada penurunan. “Saya bekerja sebagai Patogo juga merasa adanya penuruan dengan hasil pendapatan hasil Laut yang kadang-kadang banyak juga kadang sedikit, dan dari segi jual-beli pun menurun yang awalnya udang kami dapat dari harga Rp80 ribu kini berubah menjadi Rp 40 ribu per kilonya, khususnya udang ekspor,” tambahnya.

Darwan (penampung ikan)

Menurut Darwan, dana yang dibutuhkan untuk membuat alat togo ini senilai Rp 30 juta dan untuk mengembalikan modal Rp 30 juta tersebut biasanya diperlukan hanya 11 bulan paling lama, tidak sampai setahun, tetapi dengan adanya hambatan pandemi ini waktu untuk mengembalikan modal sekitar satu tahun lebih.

“Pengharapan saya semoga bisa menjadi normal kembali kedepannya agar para pekerja khususnya para nelayan bisa lebih efektif lagi,” tambahnya.

Ramli salah seorang nelayan Kasai yang menggunakan alat tangkap pukat mengatakan bahwa dari hasil laut yang diperoleh sangatlah susah tidak seperti dulu. Ada beberapa faktor penyebabnya, salah satunya banyaknya nelayan yang dari luar seperti pemukat bawal dari Nunukan sehingga masyarakat Kampung Kasai yang mayoritas nelayan menjadi kurang pendapatannya, belum ditambah lagi nelayan dari luar wilayah Kasai lainnya yang mencari nafkah di perairan Berau sehingga makin kurang lagi.

“Selain itu harga jual hasil laut juga berkurang seperti udang yang berukuran 30 dengan harga semula Rp 120 ribu turun menjadi Rp 80 ribu per kilonya. Itulah salah satu faktor penyebab nelayan kurang semangat tetapi semua pasti akan menjadi normal kembali,” terang Ramli.

Mereka berharap masa pandemi ini cepat berlalu sehingga harga hasil laut seperti udang dan ikan bisa kembali normal dan para penampung bisa memasarkan hasil laut kampung Kasai seperti sebelum pandemi. (irpan jaya).

Bagikan