Follow kami di google berita

Dari Regulasi ke Aksi Nyata, Perlu Komando Jelas Penanganan Bencana

Dari Regulasi ke Aksi Nyata, Perlu Komando Jelas Penanganan Bencana

TANJUNG REDEB – Agar bencana bisa ditanggulangi secara maksimal, menjadi komitmen bersama semua pihak. BPBD Berau pun menggelar sosialisasi dengan menghadirkan semua pihak terkait. Sosialisasi dilakukan di Ballroom Palmy Exclusive.

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai wadah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemahaman yang baik mengenai regulasi diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana.

“Sebagai contoh, peristiwa jembatan putus dapat dijadikan pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati. Hal ini menegaskan perlunya alur komando dan koordinasi yang jelas dalam situasi darurat, termasuk mekanisme penggunaan anggaran serta langkah-langkah penanganan pascabencana yang tepat,” ucap Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhadi, Senin (13/10/2025).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, telah menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Implementasi tanggung jawab tersebut memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, baik dalam aspek regulasi, kelembagaan, maupun pelaksanaan teknis di lapangan.

“Upaya penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak secara terkoordinasi, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media massa. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan multidimensi yang luas dan menyeluruh,” ungkap Bupati Berau Sri Juniarsih yang diwakili Asisten I Setkab Berau, M.Hendratno.

Kerja sama multiheliks menekankan bahwa setiap instansi memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketangguhan daerah. Oleh karena itu, perencanaan harus dipadukan dengan langkah-langkah penanganan serta pengurangan risiko bencana secara komprehensif, sistematis, dan berkesinambungan.

“Kegiatan sosialisasi hari ini sejatinya merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman berbagai pihak, terhadap penanggulangan bencana sebagai bentuk investasi bagi ketangguhan daerah. Tidak ada daerah yang benar-benar tangguh tanpa kesiapan menghadapi bencana. Bahkan negara maju sekalipun, seperti Jepang, terus melakukan upaya relokasi dan mitigasi untuk mengurangi dampak bencana,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal dalam membangun kesadaran bersama, memperluas dialog, serta mengembangkan strategi dan langkah nyata dalam mencegah maupun menanggulangi potensi bencana di Kabupaten Berau.

Selain itu, rapat ini juga membahas identifikasi tantangan dan permasalahan dalam penguatan kelembagaan serta regulasi kebencanaan. Hal ini penting agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama mitra dapat lebih siap dalam melaksanakan upaya pencegahan maupun penanggulangan bencana secara efektif.

Harapannya, melalui kegiatan ini dapat terjalin kemitraan yang lebih solid di antara seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Dengan komitmen bersama, kita akan lebih siap melaksanakan aksi-aksi tanggap darurat demi keselamatan masyarakat Kabupaten Berau.(ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel