Follow kami di google berita

Bukan Sekadar Estetika, Disbudpar Dorong Ekraf Berau Fokus pada Keberlanjutan Usaha

‎TANJUNG REDEB — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menegaskan pentingnya pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk tidak hanya berkutat pada tampilan estetika produk, tetapi juga memastikan keberlanjutan nilai ekonominya.

‎Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir,  menekankan bahwa ekraf tidak dapat disamakan dengan kreativitas biasa. Sebuah karya baru bisa disebut bagian dari sektor ekraf apabila mampu menciptakan nilai ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

‎“Kreativitas yang tidak menghasilkan nilai ekonomi bukanlah bagian dari ekraf,” tegasnya.

‎Menurutnya, pelaku usaha ekraf harus mampu menyeimbangkan aspek kreativitas dan potensi pasar, termasuk konsistensi produksi.

‎”Tanpa hal itu, pelaku ekraf akan sulit bersaing, terutama ketika permintaan meningkat,” katanya.

‎Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan bahan baku dan tenaga kerja saat pesanan melonjak drastis, termasuk ketika produk sudah mulai dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

‎“Jangan sampai kita sudah promosi ke luar negeri, kemudian ada pesanan 10 ribu unit tetapi bahan bakunya tidak tersedia. Ini yang berbahaya,” ujarnya.

‎Ilyas menyarankan pola produksi bertahap sebagai solusi agar pelaku ekraf tetap bisa memenuhi pesanan besar tanpa mengorbankan kualitas dan kesinambungan stok. (Adv/Ky).

Bagikan

Subscribe to Our Channel