Follow kami di google berita

Berau Masih Jadi Pasar Empuk Narkoba

Barang bukti Sabu seberat 8,09 Kilogram yang masuk di Polres Berau.

TANJUNG REDEB – Peredaran narkoba di Kabupaten Berau masih berada pada level mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2026, Polres Berau mencatat 56 perkara narkotika dengan total 72 tersangka berhasil diungkap.

Data ini menjadi sinyal bahwa Berau masih menjadi pasar yang aktif bagi jaringan peredaran narkoba dari luar daerah, bahkan luar negeri.

Kasat Resnarkoba Polres Berau, Agus Priyanto, mengungkapkan dari total tersangka yang diamankan, sebanyak 63 orang laki-laki dan 9 perempuan.

Sementara barang bukti yang berhasil disita menunjukkan angka yang cukup besar.

Total sabu yang diamankan mencapai 20.165,29 gram, ditambah 4 butir inex dan 2 butir Happy Five.

Pengungkapan ini disebut berhasil menyelamatkan sekitar 100.829 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Berau saat ini masih menjadi pangsa pasar narkoba,” tegas Agus, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, untuk narkotika jenis ganja, mayoritas pasokan berasal dari luar Kalimantan seperti Jakarta dan Sumatera.

Sedangkan peredaran sabu diduga kuat berasal dari jaringan internasional yang masuk melalui jalur perbatasan Malaysia.

“Mayoritas pasokan datang dari luar, termasuk dari negara sebelah,” katanya.

Meski hingga kini belum ditemukan pabrik rumahan narkoba di Berau, situasi tersebut tidak lantas membuat ancaman menurun.

Sebaliknya, jaringan pengedar terus mengembangkan pola distribusi baru yang lebih modern dan sulit dideteksi.

Mulai dari transaksi digital, pengiriman paket, hingga penggunaan identitas palsu kini menjadi metode baru yang marak digunakan.

Kondisi ini memaksa aparat kepolisian mengubah strategi pengawasan.

Polres Berau kini lebih mengandalkan patroli insidental dan razia mendadak agar pola pergerakan petugas tidak mudah dibaca jaringan pengedar.

Bagi kepolisian, perang melawan narkoba kini menuntut strategi yang lebih adaptif, cepat, dan taktis.

Angka pengungkapan yang tinggi menjadi bukti bahwa ancaman narkoba di Berau masih nyata dan terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.(Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel