Follow kami di google berita

APBD Besar, Wajib Pengelolaan Bijak dan Tepat Sasaran

APBD Besar, Wajib Pengelolaan Bijak dan Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB – Dengan prediksi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau yang cukup Besar hingga Rp4,8 Triliun, Wakil Bupati Berau, Gamalis mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk bisa mengelola anggaran ini secara bijak, efisien, dan tepat sasaran.

“Besarnya anggaran tahun 2025 ini, tidak boleh membuat kita terlena. Tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah sangat diperlukan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Gamalis saat dikonfirmasi usai Rapat Kerja bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum lama ini.

Ditegaskannya, angka itu tidak selamanya tetap sama karena di tahun selanjutnya belum tentu kembali mendapatkan jumlah yang sama. Karena itu, harus mengelola anggaran dengan bijak dan penuh tanggung jawab. Bila perlu, setiap rupiah dari anggaran daerah harus diarahkan pada kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya untuk memenuhi target penyerapan anggaran atau sekadar menyelesaikan proyek tahunan.

“Tentu kita tidak ingin pembangunan hanya didasarkan pada keinginan semata. Tapi bagaimana harus terarah dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Gamalis juga mengkritisi kurangnya koordinasi lintas sektor dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan. Salah satu contoh yang disampaikannya adalah terjadinya tumpang tindih proyek infrastruktur antara pemerintah dan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Perlunya sinkronisasi program juga mutlak diperlukan, jangan sampai kita bangun jembatan pakai APBD, tapi CSR juga bangun jembatan di lokasi yang sama. Ini yang harus kita hindari,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya diukur dari jumlah proyek yang dibangun, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Gamalis pun mendorong agar proses perencanaan pembangunan dilakukan secara partisipatif, berbasis pada aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), pokok pikiran DPRD, dan dokumen perencanaan daerah lainnya.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dan menyatukan arah kerja agar pembangunan di Berau tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat. (Adv/fan)

Bagikan

Subscribe to Our Channel