TANJUNG REDEB – Penerapan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) yang dilaksanakan sejak 24 Agustus hingga hari ini, Kamis (10/9) berpotensi diperpanjang jika kondisi udara masih dalam status tidak sehat.
Pasalnya, dengan kabut asap yang terjadi, usia anak-anak dan lansia menjadi kategori rentan terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Kita dari Dinas Pendidikan selalu memperhatikan hal itu. Bahkan, kami yang terlebih dahulu membuat pengajuan untuk bisa BDR dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan anak-anak khususnya,” ujar Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, ditemui Rabu (9/9) siang.
Dikatakannya, untuk penentuan BDR sendiri diputuskan secara tim. Sehingga, saat surat dari Sekretariat Daerah sudah keluar, maka sudah menjadi acuan.
“Kecuali surat Bupati kalau yang membuat tim, baru saya tindak lanjutin. Tapi kalau surat sebelumnya kan memang sudah surat Disdik,” tambahnya.
Ditanya soal perpanjangan BDR itu,, Disdik belum bisa memastikan karena semuanya tergantung cuaca. Kalau ISPU-nya menurun, dan asap akibat karhutla masih ada,.maka kemungkinan BDR akan diperpanjang.
Terkait sistem BDR sendiri, Mardiatul menyebut sampai saat ini belum ada keluhan. Karena untuk BDR artinya deep learning yang memang sudah diskemakan. Mau dimana saja anak-anak boleh belajar.
“Cukup ada literatur, anak-anak sudah bisa mempraktikkan. Kan sekarang prinsipnya joyful. Jadi pembelajaran yang menyenangkan, mindful—dia dari mindset anak-anak, bukan lagi dari buku. Kemudian meaningful—bagaimana pembelajaran itu bisa berarti,” pungkasnya. (Ard)













