Follow kami di google berita

Jangkauan Koneksi Internet Hingga Pelosok Masih Diupayakan

TANJUNG REDEB – Meski tingkat penggunaan internet di Berau telah mencapai 80 persen, namun hingga kini masih ada beberapa area yang masuk kategori blank spot.

Pemkab Berau melalui Diskominfo pun terus melakukan upaya agar koneksi internet ini bisa mengcover keseluruhan Berau.

Fokus utama kini diarahkan pada perluasan infrastruktur telekomunikasi agar layanan digital dapat dinikmati masyarakat hingga pelosok kampung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan tingginya penetrasi internet menunjukkan transformasi digital di Berau terus berkembang. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga telah memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Penggunaan internet di Berau sudah mencapai sekitar 80 persen,” ujarnya saat wawancara beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Didi mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sinyal karena belum tersedianya infrastruktur telekomunikasi yang memadai.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Berau telah mengusulkan pembangunan 47 Base Transceiver Station (BTS) kepada pemerintah pusat dan operator telekomunikasi. Namun hingga kini, baru sebagian usulan yang terealisasi, di antaranya di wilayah Batu Putih dan Birang.

Menurutnya, pembangunan BTS masih menjadi kewenangan pemerintah pusat bersama operator seluler, sehingga pemerintah daerah hanya dapat mengusulkan lokasi yang membutuhkan layanan telekomunikasi.

“Terkait BTS kita terhalang karena kewenangan pusat,” ungkap Didi.

Selain pembangunan BTS, pemerintah pusat melalui program Bakti Kominfo juga telah menghadirkan layanan internet berbasis satelit Starlink di sejumlah titik, termasuk kawasan wisata Maratua, untuk memperluas akses internet di wilayah yang sulit dijangkau jaringan konvensional.

“Kami akan terus berupaya untuk memperluas akses internet,” jelasnya.

Didi menjelaskan, salah satu tantangan terbesar adalah pertimbangan bisnis operator telekomunikasi yang cenderung memprioritaskan pembangunan jaringan di wilayah dengan jumlah pelanggan lebih banyak.

“Karena itu kami terus memperjuangkan agar daerah-daerah yang masih blank spot juga mendapatkan layanan telekomunikasi,” tegasnya.

Ia berharap penambahan BTS dapat terus direalisasikan sehingga seluruh masyarakat Berau memiliki kesempatan yang sama menikmati layanan internet yang cepat, stabil, dan merata sebagai bagian dari percepatan transformasi digital daerah. (Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel