TANJUNG REDEB – Gelaran Maratua Music Festival (M2F) di Pulau Maratua telah usai. Selama lima hari dilaksanakan yakni 30 Juni hingga 4 April 2026 lalu, pengunjung baik lokal maupun wisatawan yang datang melonjak dibandingkan tahun lalu.
“Dari laporan dan juga penggunaan scan pengunjung Itu ada peningkatan sekitar 30-an persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, UMKMnya juga agak lebih meningkat,” ungkap Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa ditemui Jumat (10/7/2026).
Tak hanya itu, peningkatkan jumlah pengunjung juga terlihat dari jumlah kamar penginapan yang khusus di sekitar area semuanya penuh.
“Itu untuk yang di pinggiran pantai. Karena acaranya kan di pantai. Nanti kalau dari penginapan di dalam kampung atau dekat kecamatan kita belum dapat laporannya,” tambahnya.
Ditanya terkait dampak peningkatan perekonomian dengan membeludaknya jumlah pengunjung, Yudha menyebut jika dirinya juga belum bisa memastikan berapa total transaksi yang berputar selama gelaran acara musik tersebut.
“Ini juga saya belum terima laporannya. Karena setelah penutupan M2F kemarin saya langsung menjemput tim penilai Geopark ke Samarinda dan mengikuti sampai hari ini. Nanti kita update datanya,” bebernya.
Ditanya konsep berbeda yang dimasukan dalam M2F tahun ini, Yudha mengakui jika memang masih akan dilakukan evaluasi. Namun dengan mengusung tema Lokal Pride kemarin, M2F tahun ini lebih banyak memberikan kesan bagi pengunjung.
“Melihat situasi pastinya nanti dan kedepan akan berubah lagi konsepnya. Mungkin kemarin kan baru pertama digabungkan dengan acara adat dan ternyata sambutannya cukup bagus. Kedepan, kolaborasinya kita perkuat agar adat dan hiburan ke masyarakatnya bisa seimbang,” pungkasnya. (Ard)













