Follow kami di google berita

Budidaya Ikan Keramba Kini Dibekali Alat Pengukur Kualitas Air

TANJUNG REDEB – Dinas Perikanan Kabupaten Berau menggelar kegiatan bimbingan teknis, mengenai pengenalan serta penggunaan alat pengukur kualitas air, bagi pembudidaya ikan keramba jaring apung di kawasan Sungai Segah.

Kegiatan ini diikuti oleh Anggota Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Randi Wirawan, sebagai narasumber serta diikuti delapan pelaku budidaya ikan.

Pelatihan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pembudidaya, terhadap pentingnya menjaga kondisi perairan dalam menunjang keberhasilan usaha budidaya ikan.

“Budidaya di aliran sungai memiliki risiko lebih besar dibandingkan kolam atau tambak karena kondisi air dipengaruhi banyak faktor dari luar,” ujar Randi dalam kegiatan bimtek tersebut.

Berbagai persoalan seperti limbah domestik, endapan lumpur, perubahan kondisi dasar sungai, hingga potensi pencemaran dari aktivitas industri dapat memengaruhi kualitas air secara tiba-tiba.

Adapun Perubahan kandungan zat tertentu dalam air seperti tingkat keasaman, amoniak, fosfat, dan nitrat dinilai dapat berdampak langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan di keramba.

Para peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik penggunaan alat uji kualitas air. Mereka diajarkan cara memantau kondisi perairan secara berkala, agar mampu mengambil langkah cepat apabila terjadi perubahan kualitas air yang berpotensi merugikan usaha budidaya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemantauan kualitas air, menjadi bagian penting dalam pengelolaan budidaya ikan di perairan umum. Menurutnya, kemampuan pembudidaya dalam membaca kondisi air akan membantu mengurangi risiko kematian ikan dan meningkatkan hasil produksi.

“Kami berharap para pembudidaya bisa lebih memahami kondisi lingkungan perairan tempat mereka berusaha. Dengan pemantauan kualitas air yang rutin, potensi kerugian akibat perubahan kondisi sungai dapat diminimalkan,” ungkapnya. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel