TANJUNG REDEB – Pemberangkatan jamaah haji Berau tahun ini masih menggunakan sistem sama dengan tahun lalu yakni secara mandiri. Padahal, pada pemberangkatan di 2024 lalu, sistem carter atau sewa pesawat memudahkan para jamaah agar bisa berangkat secara bersamaan.
Hal ini pun sempat menjadi pembicaraan. Bagian
Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Berau, Toto Marjito ketika ditemui Senin (11/5/2026) malam menyebut jika skema carter itu sudah 2 tahun tak dijalankan, karena pengelolaan keberangkatan dikembalikan ke para jamaah itu sendiri.
“Jadi carter itu sebenarnya dari pihak jamaah yang memutuskan. Kami cuma mengarahkan dan memfasilitasi,” ujarnya.
Untuk tahun ini, pemberangkatan haji Berau akan menggunakan dua pesawat yakni Maskapai Sriwijaya dan Maskapai Super Air Jet, dengan pembagian jumlah kursi yang tersedia.
“Untuk Sriwijaya itu membawa sekitar 129 jamaah. Untuk Super Air Jet sekitar 87 jamaah. Diberangkatkan bersamaan pada Kamis (14/5/2026) mendatang. Sriwijaya di pukul 14.40 Wita, dan untuk Super Air Jet di pukul 15.15 Wita,” bebernya.
Dengan jam keberangkatan yang masih sore hari, maka kemungkinan jamaah akan sampai di Balikpapan sebelum Maghrib. Dan akan langsung diarahkan ke Embarkasi Balikpapan di Batakan.
“Kemudian insyaallah kita nanti keberangkatannya dari Balikpapan ke Jeddah itu pada tanggal 16 Mei sekitar pukul 22.00 Wita malam. Kemudian untuk barang-barang yang koper besar itu kita pemerintah daerah juga memfasilitasi dengan bekerja sama dengan PT Pos, dan hari ini sudah terkumpul di PT Pos, langsung insyaallah besok akan kita berangkatkan untuk ikut bagasi barang yang besar,” tambahnya.
Sementara untuk barang bagasi kecil yang dibawa para jamaah akan dimasukkan ke kabin pesawat saat berangkat. Dimana para jamaah diminta mengantarkan barangnya ke bandara sehari sebelum keberangkatan. Dan pihak bandara yang bertugas memasukkan bagasi itu ke kabin di hari keberangkatan.
“Barang para jamaah itu begitu sampai di Balikpapan akan langsung masuk ke gudang. Jadi bagasi tersebut itu tidak lagi dibuka-buka di embarkasi. Jadi itu nanti dibukanya pada saat langsung di Mekkah. Karena kita ini termasuk gelombang kedua dari Balikpapan, Jeddah, langsung ke Mekkah. Kalau gelombang pertama Balikpapan, Jeddah, Madinah, karena dia ada salat Arbain sebelum pelaksanaan hajinya,” katanya.
Secara umum, jumlah keseluruhan yang diberangkatkan 211 jamaah ditambah tiga orang petugas. Kemudian ada empat orang itu kloter yang berbeda, yaitu dua orang sudah kita berangkatkan mengikuti kloter 3 kloter Balikpapan, dan dua orang itu insyaallah akan kita berangkatkan juga pada tanggal 18, dua orang itu menyusul, karena kloter 16 dan 17 kuotanya mengikuti, jadi tidak tercover karena dia menyusul,” pungkasnya. (Ard)













