TANJUNG REDEB – Perkembangan teknologi yang pesat turut memengaruhi pola pikir anak-anak. Akses informasi yang semakin mudah membuat anak terpapar berbagai konten sejak usia dini, baik yang positif maupun negatif.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengingatkan orang tua agar lebih waspada terhadap penggunaan teknologi oleh anak, terutama media sosial.
“Sekarang anak-anak sangat mudah mengakses informasi, mulai dari YouTube hingga media sosial seperti WhatsApp,” ujarnya, saat Bimbingan Teknis Evaluasi Mandiri KLA 2026 beberapa waktu lalu.
Menurutnya, derasnya arus informasi berpotensi memengaruhi cara berpikir anak. Bahkan, informasi yang keliru bisa dianggap benar jika terus dikonsumsi tanpa pendampingan.
“Kalau informasi yang salah diterima terus-menerus, lama-lama bisa dianggap benar. Ini yang perlu kita waspadai,” jelasnya.
Ia juga menilai, paparan teknologi membuat anak berkembang lebih cepat dalam memahami berbagai hal. Namun, tanpa pengawasan, hal tersebut bisa berdampak pada perilaku dan cara mereka menyikapi sesuatu.
“Anak-anak sekarang bisa lebih cepat dewasa dari sisi informasi, tapi belum tentu siap secara mental,” katanya.
Karena itu, peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengontrol dan mendampingi penggunaan teknologi. Tidak hanya membatasi, tetapi juga mengarahkan agar anak mendapatkan informasi yang tepat.
Muhammad Said menegaskan, pengawasan dan komunikasi dalam keluarga menjadi kunci agar anak tidak salah arah di tengah kemajuan teknologi.
“Orang tua harus hadir, mendampingi, dan memberikan pemahaman. Jangan sampai anak berjalan sendiri tanpa arahan,” tutupnya.(Man)













