TANJUNG REDEB – Berau Open Traditional Archery Competition 2026 atau kompetisi panahan tradisional, menjadi momentum penting untuk mendorong olahraga ini, agar bisa menjadi olahraga prestasi sekaligus upaya pelestarian budaya.
Sebanyak 184 peserta dari berbagai daerah se-Indonesia turut berpartisipasi dalam kompetisi ini. Dibuka oleh Bupati Berau Sri Juniarsih yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Berau, M. Hendratno, kompetisi akan berlangsung selama 2 hari.
“Jumlah peserta yang cukup banyak ini, menunjukkan bahwa panahan tradisional memiliki daya tarik kuat dan potensi besar, untuk terus dikembangkan di Kabupaten Berau,” ujarnya saat membuka kompetisi pada Sabtu (25/4/2026) pagi.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menjadi peluang bagi Berau untuk memperkuat pembinaan atlet lokal, agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Event seperti ini dinilai penting sebagai ruang evaluasi sekaligus pengalaman bertanding bagi atlet daerah.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mendukung pengembangan olahraga tradisional melalui pembinaan berkelanjutan dan penyelenggaraan kompetisi yang konsisten agar atlet lokal memiliki jalur prestasi yang jelas.
“Panahan tradisional harus kita dorong menjadi olahraga prestasi. Atlet lokal perlu ruang untuk berkembang, dan event seperti ini menjadi langkah awal yang sangat baik,” katanya.
Panahan tradisional juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Di tengah dominasi olahraga modern, olahraga tradisional tetap harus mendapat perhatian agar tidak kehilangan generasi penerus.
“Kalau ini terus kita jaga, maka kita bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” pungkasnya. (Man)













