TANJUNG REDEB – Program hidroponik yang menanam aneka sayuran seperti sawi dan selada, diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi jemaah dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Protas Kementrian Agama yang memuat delapan program prioritas dengan orientasi dampak nyata bagi umat.
Kantor Kementrian Agama Kabupaten Berau bersama Badan Koordinasi Majelis Taklim Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) memberi pendampingan untuk program pilot project perkebunan hidroponik di halaman belakang Masjid Agung Baitul Hikmah, Rabu (25/2/2026).
Penyuluh Agama Islam, Salmah dan Juli Hartati mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program percontohan, bagaimana mengelola alam dengan bijak melalui berkebun hidroponik.
“Sebagai penyuluh agama, kami tidak hanya mengajarkan fikih dan tauhid, tetapi juga menjadi rahmat bagi alam semesta dengan membimbing ibu-ibu majelis taklim berkebun hidroponik,” ujarnya.
Realisasi Asta Protas Kemenag melalui penguatan ekoteologi dengan mengajak majelis taklim untuk ikut menghijaukan lingkungan, salah satunya melalui media hidroponik.
“Program hidroponik ini kami arahkan pada pemberdayaan ibu-ibu majelis taklim agar lebih mandiri dan produktif,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mereka dibekali keterampilan menanam sayuran secara hidroponik sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur yang sehat, segar, dan ekonomis. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan keluarga.
“Melalui program ini, masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas,” pungkasnya. (Ta)













