Follow kami di google berita

Tekan Stunting dengan Pemberian Vitamin A

TANJUNG REDEB – Pemberian Vitamin A kepada balita kembali menjadi fokus Dinas Kesehatan Kabupaten Berau sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Program ini dilaksanakan melalui Bulan Vitamin A dan pemberian obat cacing yang digelar rutin setiap Februari dan Agustus.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Berau, Suhartini, mengatakan pemberian Vitamin A memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Sementara itu, obat cacing diberikan untuk mencegah gangguan penyerapan nutrisi akibat infeksi kecacingan.

“Vitamin A sangat penting untuk kesehatan mata dan imunitas anak. Obat cacing diberikan untuk anak di atas satu tahun agar penyerapan nutrisi tidak terhambat,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Meski program terus digencarkan, Suhartini mengungkapkan tantangan utama yang masih dihadapi adalah rendahnya tingkat kehadiran balita ke Posyandu. Berdasarkan data tahun lalu, capaian kunjungan balita di Kabupaten Berau baru mencapai 52 persen.

Angka tersebut masih di bawah capaian Kalimantan Timur sebesar 53,7 persen dan jauh dari rata-rata nasional yang mencapai 87,3 persen.

“Rata-rata penimbangan bulanan kita masih sekitar 40 persen. Ini masih rendah. Kami berharap momentum Bulan Vitamin A bisa mendorong orang tua lebih aktif membawa anak ke Posyandu,” jelasnya.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Berau telah menerbitkan surat edaran yang meminta OPD dan badan usaha memberikan izin kepada orang tua bekerja agar dapat membawa balitanya ke Posyandu minimal satu hari dalam sebulan.

Di sisi lain, Dinkes Berau memastikan distribusi Vitamin A berjalan lancar hingga ke wilayah pesisir yang memiliki tantangan geografis. Penyaluran dilakukan secara berjenjang dari Dinas Kesehatan ke UPTD Puskesmas, kemudian diteruskan ke Posyandu di wilayah kerja masing-masing.

Suhartini menambahkan, pemantauan rutin di Posyandu sangat penting untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan anak. Jika ditemukan masalah, intervensi dapat segera dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) lokal selama 14 hingga 56 hari, tergantung kondisi gizi anak.

“Jangan hanya minta vitaminnya dibawa pulang. Bawa anak ke Posyandu agar pertumbuhannya bisa dipantau dan orang tua mendapatkan edukasi gizi,” pungkasnya. (Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel