Follow kami di google berita

Adopsi Jogjakarta, GOR Baru Kakaban Aquatic Memulai Land Clearing dan Fondasi

TANJUNG REDEB – Meskipun anggaran sebesar Rp9 Miliar dan lahan untuk pembangunan gedung olahraga (GOR) baru Kakaban Aquatic telah ada, namun untuk tahun ini hanya sebatas pengerjaan tahap awal, yakni hanya untuk pembangunan fondasi bawah dan land clearing.

“Kalau kami coba lihat draft itu sebagian besar anggarannya untuk di pekerjaan struktur bawah, itu fondasi ya. Sebagian di atas loop, dan mungkin sedikit land clearing ya. Karena kan posisi sekarang lahan existingnya itu masih semak-semak. Jadi itu perlu pembersihan,” ujar PPK Review GOR Kakaban Aquatic, Ridho Septian Rahman, ditemui Rabu (4/2/2026).

Saat ini, dikatakannya pengerjaannya sedang persiapan dokumen tendernya. Jadi nanti dari PPK yang ditunjuk, yang sudah di-SK-kan, dan kalau sudah siap bisa mulai dikerjakan usai Lebaran IdulFitri tahun ini.

Dijelaskannya, jika sesuai dengan master plan yang ada, maka untuk in dan outnya atau akses jalan keluar masuk cuma satu saja, mengikuti pintu masuk Kakaban Aquatic. Sedangkan untuk konsep bangunannya sendiri, kalau dari struktur ruang meniru Amungrogo Jogja.

“Kenapa mengadopsi dari Jogja? Karena disitu sudah banyak menyelenggarakan event bahkan event internasional. Dan itu multievent dengan jenis olahraga yang berbeda-beda. Jadi basket bisa, volley bisa, futsal dan tenis. Karena kita sediakan bahan dasarnya itu lantainya mayoritas bisa digunakan,” bebernya.

Meskipun mengadopsi gedung lain, namun untuk unsur lokal Berau tetap ditampilkan. Baik untuk atap yang menyerupai Ubur-Ubur di Danau Pulau Kakaban. Untuk warna juga mengadopsi Danau Kakaban, kemudian beberapa motif seperti Penyu Hijau juga ada di ornamennya.

“Usai dibangun nantinya, GOR ini hanya akan dipergunakan untuk kegiatan atau aktivitas olahraga. Kalau harapan kami jangan sampai digunakan untuk non olahraga. Jadi ini memang steril dari kegiatan di luar olahraga. Pengelola juga mengatakan peruntukkan gedung ini jangan sampai tercampur dengan kegiatan lain,” tegasnya.

Mengacu dengan desain yang ada sekarang, maka untuk grouping sebenarnya hanya satu lapangan saja tapi ukurannya lumayan lebar. Untuk standar arena, panjangnya 27,5 meter ditambahkan manual 3×3 meter. Lebar dalamnya itu 55 x 32,4 meter. Kalau untuk venue, kalau lapangan bulu tangkis bisa jadi 6, lapangan basket bisa jadi 2, kalau lapangan futsal jadi 1 tapi dengan area pengamanannya itu agak jauh. Kemudian untuk lapangan volley bisa jadi 3.

“Terus dari standar Dispora itu, kita harus sekarang single seat tidak boleh lagi yang tribun. Kenapa single seat? Tujuannya itu untuk menghitung kapasitas maksimal dari GOR. Kalau tidak single seat begitu kan orang kalau jual tiket asal masih bisa tetap dimasukan. Nah itu ternyata tujuannya dari sisi safety. Jadi kalau mungkin misal eventnya booming terus tiketnya sold, ya kita kalau di luar itu masih bisa memanfaatkan area lain ya, seperti dia pasang videotron di luar untuk nonton bersama. Jadi masih beberapa alternatif,” pungkasnya.

Jika anggaran yang dibutuhkan untuk kelanjutan proses pembangunan GOR ini ada setiap tahunnya, maka diperkirakan pada tahun 2028 nanti gedung olahraga baru ini akan sudah bisa dipergunakan. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel