TANJUNG REDEB – Harga gas elpiji 3 kilogram atau gas melon di tingkat pengecer mulai mengalami kenaikan. Salah satu pedagang mengaku saat ini menjual gas melon dengan harga mencapai Rp39.000 per tabung.
Budi, seorang pedagang gas melon mengatakan, kenaikan harga terjadi karena harga beli dari pihak pengantar sudah naik. Meski bukan mengambil langsung dari agen resmi, pedagang menyebut harga gas yang diterimanya berada di kisaran Rp37.000 per tabung.
“Yang mengantar bilang harganya sekitar Rp37.000, jadi saya jual Rp39.000. Untungnya paling seribu sampai dua ribu saja,” ujarnya saat ditemui media A-News, Sabtu (24/1/2026).
Pedagang tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti harga normal gas melon di tingkat agen. Ia menyebut hanya menerima pasokan dari pihak yang menawarkan dan mengantarkan langsung ke lapak jualannya.
“Saya bukan agen, jadi kalau ada yang mengantar dan nawarin, saya ambil. Kalau tidak ada yang mengantar, ya tidak ada gas,” katanya.
Terkait ketersediaan, pedagang menyebut stok gas melon masih ada, meski pasokan tidak selalu datang setiap hari. Kondisi tersebut membuat pedagang bergantung pada pengantar dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
“Gasnya ada, tapi tergantung ada yang mengantar atau tidak,” ucapnya.
Meski harga naik, pedagang mengatakan minat pembeli masih relatif stabil. Masyarakat tetap membeli gas melon untuk kebutuhan sehari-hari meski harus membayar lebih mahal.
“Pembeli tetap ada, tidak terlalu berkurang,” pungkasnya. (Man)













