BIDUK-BIDUK – Pembangunan Jembatan Sei Bataan di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, terus menunjukkan kemajuan signifikan dan dapat digunakan masyarakat mulai 27 Desember 2025 mendatang.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat meninjau progres pembangunan jembatan ini mengatakan bahwa Jembatan Sei Bataan menjadi salah satu infrastruktur penting, yang dibangun untuk memperlancar transportasi dan membuka konektivitas darat antara Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Berau menyiapkan total anggaran Rp150 miliar untuk kegiatan pembangunan infrastruktur ini, termasuk Jembatan Sei Bataan dan Jembatan Sei Sumbang.
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp80 miliar bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sementara sisanya berasal dari APBD Kabupaten Berau.
Dukungan pendanaan ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di wilayah pesisir dan perbatasan.
“Anggaran ini kita arahkan untuk membuka akses dan memperlancar mobilitas masyarakat. Infrastruktur yang dibangun harus berdampak nyata, baik bagi ekonomi maupun pelayanan dasar,” ujar Gamalis.
Ia juga menyampaikan bahwa penyelesaian jembatan ini menjadi prioritas karena manfaatnya yang langsung dirasakan masyarakat. “Saat ini progres Jembatan Sei Bataan sudah mencapai 90 persen, dan targetnya akhir tahun ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat, serta menjadi penghubung antara Kabupaten Berau dan Kutai Timur,” tambahnya.
Selain mendukung akses antarwilayah, jembatan ini juga diproyeksikan sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan akses jalan yang semakin terbuka, distribusi hasil pertanian, perikanan, dan aktivitas perdagangan masyarakat diharapkan berjalan lebih lancar.
Gamalis juga mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga pada dampak jangka panjang bagi masyarakat. “Semakin mudah akses jalan, semakin cepat perputaran ekonomi. Itulah tujuan pembangunan. Infrastruktur ini dibangun untuk masyarakat,” pungkasnya.
Dengan penyelesaian yang hampir rampung, Jembatan Sei Bataan diharapkan segera menjadi akses utama yang aman, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah selatan Kabupaten Berau menuju Kutai Timur. (Ta)













