TANJUNG REDEB – Menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diwarning lantaran serapan anggarannya rendah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau memberikan tanggapannya.
“Mengapa rendah? Tentu karena ada juga kendalanya. Yang utama adalah adanya kegiatan fisik yang batal dilaksanakan karena permasalahan lahan,” ujar Kadinkes Berau, Lamlay Sarie ditemui Kamis (11/12).
Salah satu proyek fisik yang terpaksa dikembalikan, adalah pembangunan puskesmas pembantu (pustu) di Maratua. Pembangunan fasilitas kesehatan ini tidak bisa dilakukan, apabila status dan kesiapan lahan belum sepenuhnya aman.
“Kalau pembangunan fisik, lahan harus clear. Kalau tidak, saya lebih memilih serapan tidak terlalu bagus daripada menanggung risiko,” tegasnya.
Lamlay mengakui bahwa sebagian besar anggaran yang tidak terserap memang berasal dari proyek fisik. Meski jumlah kegiatannya tidak banyak, porsi anggarannya cukup besar sehingga berdampak signifikan pada persentase serapan Dinas Kesehatan.
“Fisik itu kan walaupun satu atau dua kegiatan, porsinya besar. Jadi memang bisa menggoyang serapan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan detil terhadap kegiatan apa saja yang akhirnya dikembalikan tahun ini. Dan itu bukan karena program tidak berjalan, melainkan untuk menghindari potensi masalah hukum atau teknis akibat lahan yang belum siap. (Ard)













