TANJUNG REDEB – Pemenuhan kebutuhan pokok menjadi hal yang tak dapat dikompromi. Apalagi di tengah harga kebutuhan pokok yang kerap mengalami kenaikan. Hadirnya program pangan murah dinilai efektif tekan harga kebutuhan pokok tersebut.
Program ini sangat membantu masyarakat khususnya di wilayah kampung. Untuk itu, DPRD Kabupaten Berau menilai program pangan murah harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan hanya kegiatan sesaat.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menegaskan bahwa kebijakan pangan murah yang digelar oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) merupakan bukti bahwa pemerintah daerah hadir langsung untuk melindungi daya beli masyarakat. Namun, ia berharap langkah tersebut tidak berhenti sebagai program musiman.
“Ini harus menjadi gerakan yang rutin dan menyentuh semua lapisan masyarakat, terutama di kampung yang sulit mengakses bahan pokok,” ujar Gideon.
Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui program tersebut menjadi bentuk nyata keberpihakan terhadap masyarakat kecil. Di banyak wilayah pedalaman, harga kebutuhan sehari-hari bisa melambung karena akses distribusi yang terbatas.
“Bayangkan, ada warga di kampung yang harus membayar lebih mahal hanya karena jarak dan transportasi yang sulit. Program seperti ini membantu menekan kesenjangan harga antarwilayah,” tambahnya.
Selain menstabilkan harga, Gideon menilai pangan murah juga memiliki efek domino terhadap perekonomian lokal. Dengan harga yang terjangkau, daya beli masyarakat meningkat dan roda ekonomi kampung kembali berputar.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha. Kerja sama dengan distributor, petani, dan pelaku UMKM menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok di Berau.(adv/man)













