TANJUNG REDEB – Hingga pertengahan tahun 2025 ini penyerapan anggaran di Kabupaten Berau masih belum maksimal. Namun, di semester kedua penyerapan ini diyakini akan semakin maksimal.
“Hingga pertengahan tahun, realisasi masih sekitar 40 persen. Tapi kami optimistis, angka tersebut bisa dikejar pada triwulan selanjutnya,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said.
Menurut dia, lambatnya serapan anggaran pada semester pertama lebih banyak dipengaruhi faktor teknis. Beberapa kegiatan harus tertunda karena persoalan administrasi, salah satunya terkait proses sertifikasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Kondisi ini menyebabkan sejumlah program tidak bisa berjalan maksimal pada awal tahun. “Memang kegiatan baru berproses, terutama administrasi. Ada yang terbentur sertifikasi PPK, sehingga kegiatan di awal tahun terpaksa tertunda,” tambahnya.
Said menegaskan, bahwa keterlambatan tersebut bukan berarti program tidak akan berjalan. Justru, setelah hambatan administrasi teratasi, pemerintah daerah akan mempercepat pelaksanaan kegiatan agar target bisa tercapai.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Said menerangkan, serapan anggaran biasanya meningkat signifikan menjelang akhir tahun.
Said pun mengingatkan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar disiplin melaksanakan kegiatan sesuai jadwal dan segera menyelesaikan proses administrasi. (Adv/fan)













