Follow kami di google berita

Aksi Berani Wagub Seno Aji di Atas Reog Ponorogo Warnai Pembukaan Meriah EBIFF 2025

Aksi Berani Wagub Seno Aji di Atas Reog Ponorogo Warnai Pembukaan Meriah EBIFF 2025

Samarinda — Rangkaian pembukaan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 berlangsung megah di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (8/8/2025), diawali dengan kirab budaya yang menyedot perhatian publik. Ribuan penonton yang memadati lokasi disuguhkan atraksi seni spektakuler, namun satu momen paling mencuri perhatian datang dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji.

Dalam momen yang tak terduga, Wagub Seno Aji naik ke atas kepala Reog Ponorogo — tepat di puncak hiasan singo barong — saat rombongan Reog tengah beraksi. Penampilan spontan itu disambut gemuruh sorak dan tepuk tangan penonton yang antusias merekam peristiwa langka tersebut.

Tindakan Seno Aji yang duduk di atas Reog—yang diangkat hanya dengan kekuatan gigi sang warok—dianggap sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan terhadap warisan budaya asli Indonesia.

“Saya ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya untuk ditonton, tapi juga dirasakan dan dilibatkan. Reog adalah simbol kekuatan dan keberanian. Saya bangga bisa terlibat langsung dalam ekspresi budaya yang luar biasa ini,” ungkap Seno Aji usai acara.

Kirab budaya itu sendiri menjadi bagian pembuka dari EBIFF 2025 yang mengambil rute dari Taman Samarendah menuju halaman Kantor Gubernur. Acara ini diikuti oleh delegasi internasional dari lima negara sahabat: India, Korea Selatan, Rusia, Polandia, dan Rumania. Selain itu, hadir pula kontingen dari berbagai provinsi Indonesia seperti Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, Kalimantan Utara, serta seniman lokal dari seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Ragam seni budaya ditampilkan dengan semangat penuh warna—dari tarian tradisional, kostum etnik, hingga musik dan teatrikal—yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia dan dunia.

Salah satu pengunjung, Ryananda dari Loa Janan, mengaku terkesan dengan penampilan kirab tahun ini, terutama dengan aksi dari Wakil Gubernur.

“Luar biasa! Kami sekeluarga sampai berdiri semua waktu Pak Wagub naik Reog. Anak saya sampai bilang, ‘Pak Wagub keren banget!’ Kami bangga jadi bagian dari Kaltim,” ucapnya dengan semangat.

Mengusung tema besar Symphony of The World in East Borneo, EBIFF 2025 bertujuan mempertemukan berbagai kebudayaan dunia dalam ruang perayaan dan kolaborasi. Festival ini akan berlangsung hingga 29 Juli mendatang, dengan agenda yang mencakup pertunjukan lintas budaya, pameran ekonomi kreatif, kunjungan edukatif ke sekolah-sekolah, serta pentas seni di destinasi unggulan seperti Watu Balikpapan dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemprov Kalimantan Timur berharap EBIFF bukan hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tapi juga simbol diplomasi budaya serta motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bumi Etam.(Kaltimprov/*)

Bagikan

Subscribe to Our Channel