Follow kami di google berita

15 Geosite di Berau Berpotensi Jadi Wisata Baru

TANJUNG REDEB – Dengan keluarnya Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2024, yakni menetapkan sebanyak 26 area di Kaltim sebagai geosite, maka Berau memiliki potensi wisata lain yang bisa dikembangkan.

Sebanyak 26 titik ini merupakan ekosistem karst terbesar di Pulau Kalimantan dengan luas mencapai 1.867.676 hektare (ha). Kawasan ini dikenal dengan sebutan kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, mencakup dua wilayah administratif yaitu Kabupaten Berau dengan 15 geosite, kemudian di Kabupaten Kutai Timur dengan 11 geosite.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, saat berkunjung ke Kampung Merabu pada 6 September 2025 lalu, menyatakan bahwa geopark ini adalah potensi wisata kebanggaan Kaltim dan Indonesia, sehingga wajib dijaga bersama agar bisa memberikan kesejahteraan ke warga.

Merabu merupakan kampung yang menjadi bermukimnya masyarakat Dayak Lebo. Di kampung ini terdapat dua situs warisan geologi yaitu Gua Beloyot dan Kerucut Karst Merabu.

Dan setelah adanya penetapan sebagai warisan geologi, diperlukan persiapan komprehensif agar pengusulan geopark skala nasional bisa dipenuhi. Para pihak baik dari Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur harus memiliki pemahaman, kepedulian dan menjadi pelaku utama terhadap pengembangan taman bumi dunia karena telah diusulkan ke UNESCO pada 31 Agustus 2025.

“Karst ini bukan hanya kebanggaan Kutai Timur dan Berau, bukan hanya kebanggaan Provinsi Kaltim, tapi juga kebanggaan Indonesia,” ujar Rudy.

Dia mengatakan penandatanganan ini merupakan dukungan penuh sekaligus upaya percepatan agar usulan kawasan karst tersebut bisa segera ditetapkan menjadi kawasan geopark, baik sebagai Taman Bumi Nasional maupun UNESCO Global Geopark.

Pemprov Kaltim mulai proses pengusulan taman bumi (geopark) Karst Sangkulirang-Mangkalihat ini sejak 2019, diawali dari inventarisasi keragaman geologi yang menjadi dasar penetapan kawasan bentang alam Karst Sangkulirang-Mangkalihat.

Untuk mendukung usulan ini, maka serangkaian kegiatan terus berlangsung setiap tahunnya, sehingga pada 2024 kemudian terbit Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Warisan Geologi.

Sedangkan tahun ini terus didorong agar kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat masuk sebagai usulan taman bumi, taman bumi nasional, dan UNESCO Global Geopark.

Kepala Kampung Merabu, Asrani mengatakan bahwa kedatangan gubernur ke kampungnya merupakan langkah maju dalam penetapan taman bumi. Dan deklarasi ini membawa semangat baru bagi pihaknya dalam menjaga kelestarian ekosistem.

Ke depan, kerja sama antara kampung, YKAN, masyarakat, dan pemda, bisa lebih mengangkat hal-hal positif dari Kampung Merabu dan situs warisan geologi, karena dari hutan kampung seluas 8.245 ha, masih ada ratusan gua yang perlu diekspos.

Begitu pula dengan kebudayaan Dayak Lebo, termasuk destinasi wisata Danau Nyadeng dan puncak Ketepu yang masih sulit diakses karena minimnya infrastruktur, padahal dari puncak Ketepu ini bisa terlihat lanskap gugusan kerucut karst Merabu. (Adv/Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel