TANJUNG REDEB – Pemkab Berau tengah gencar melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kemiskinan. Salah satunya yakni dengan pemberian bantuan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori miskin.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menekankan pentingnya peningkatan kapasitas, kolaborasi lintas sektor dan pendekatan humanis dalam setiap upaya penanggulangan kemiskinan.
“Dinas Sosial (Dinsos) perlu terus memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah lain, organisasi sosial dan para pekerja sosial lapangan. Kolaborasi lintas sektor akan mempercepat pemulihan dan peningkatan taraf hidup masyarakat rentan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan materi, melainkan juga melalui pembinaan dan pemberdayaan agar masyarakat mampu mandiri.
“Dalam setiap intervensi sosial, kita tidak hanya berbicara tentang bantuan materi, tetapi juga pemberdayaan dan penumbuhan kemandirian agar masyarakat dapat bangkit dan tidak bergantung pada bantuan,” tambahnya.
Angka kemiskinan di Kabupaten Berau juga menunjukkan penurunan. Berdasarkan data, angka kemiskinan yang semula berada di angka 5,54 persen pada 2023 lalu berhasil turun menjadi 5,08 persen di 2024.
Ia pun menargetkan agar angka tersebut bisa ditekan hingga 4,9 persen pada 2025 ini sesuai dengan target dalam RPJMD 2021–2025.
“Ini pencapaian yang baik dan saya harapkan di 2025 ini, angka kemiskinan bisa ditekan hingga 4,9 persen,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, seluruh OPD dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) diminta agar fokus menjalankan program-program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pelatihan keterampilan, pemberian beasiswa, bantuan alat tangkap nelayan, bantuan bibit dan pupuk pertanian, serta pemberdayaan ekonomi kreatif.
Selain itu, Bupati Sri juga menyoroti pentingnya mengatasi akar masalah kemiskinan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kualitas hidup masyarakat. (Adv/Ard)













