Dinas Pendidikan Kabupaten Berau: Sekolah Tatap Muka Mulai 13 Juli 2021, Syarat Zona Hijau!!

Kepala Diknas Berau, Drs. H. Murjanie

ANEWS, Berau – Wacana untuk dimulainya proses pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas memang sudah menjadi agenda pemerintah pusat sampai ke daerah termasuk kabupaten Berau, yang rencananya akan dimulai pada tahun ajaran baru, pada 13 Juli 2021.

Terkait hal itu Kabupaten Berau pun sudah mempersiapkan teknis dan rencana pembukaan kegiatan PTM di 13 kecamatan berdasarkan hasil evaluasi dan pertimbangan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Untuk mengetahui sejauh apa yang sudah dilakukan dalam rangka persiapan PTM yang akan dilaksanakan pada 13 Juli 2021 di Kabupaten Berau, Kepala Diknas Berau, Drs. H. Murjanie, saat ditemui ANews, Rabu, 2/6/2021 menyampaikan bahwa kemarin Diknas dan instansi terkait lainnya, sudah membahas dalam rapat dengan Bupati Berau, yang hasil dari pembahasan terkait persiapan pembelajaran tatap muka itu, yang pertama diprioritaskan untuk dilaksanakan adalah di wilayah kecamatan dan kampung yang sudah berstatus zona hijau.

Sebagaimana yang disampaikan Sekretaris Diknas dalam wawancara dengan media ANews sebelumnya, bahwa pola kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) ini dilakukan secara terbatas, baik dari jumlah murid di dalam 1 ruangan dan jam belajar yang dibatasi sekitar 3 jam dalam sehari. Jadwal murid ada juga yang dilakukan secara shift-shiftan atau bergantian, dan itu tergantung dari kesiapan sekolah yang sudah diperbolehkan nanti untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka (PTM).

Sehabis belajar murid langsung pulang , tidak ada jam istirahat dan tidak boleh ada kantin yang buka.

Sementara untuk kecamatan yang dekat ibukota kabupaten, yang penduduknya besar seperti Kecamatan Tanjung Redeb, Kecamatan Gunung Tabur, Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Teluk Bayur masih akan dievaluasi dan dipertimbangkan, karena belum bisa mengingat jumlah penduduknya besar dan masih berstatus belum seluruhnya berstatus hijau.

Dan walaupun ada yang sudah hijau diantaranya, tetapi mungkin muridnya tinggal di daerah yang masih status oranye atau merah, untuk itu nanti akan ditinjau ulang jelas Murjanie.

“Mudah-mudahan dalam 2 bulan ini sudah hijau, seperti Teluk Bayur tinggal 4 saja lagi yang positif,” katanya.

Ditambahkan oleh Murjanie, salah satu persyaratan untuk dapatnya diselenggarakannya pembelajaran tatap muka (PTM), tenaga pendidik (guru) harus sudah divaksin.

Memang, lanjut Murjanie, tenaga pendidik yang sudah mendapatkan vaksinasi baru sekitar 1500-an, dan Dia berharap dalam beberapa hari ini ada peningkatan jumlah guru-guru yang divaksin, mudah-mudahan bisa mencapai 100%.

“Ya kira-kira 85 % atau 90% nanti tenaga pendidik itu sudah divaksin, mudah-mudahan itu dapat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, karena itu salah satu syarat untuk melaksanakannya,” imbuhnya.

Menutup penuturannya, Murjanie berharap agar para orang tua murid dan siswa, khususnya yang berada di Tanjung Redeb dan sekitarnya, agar bersabar dulu, dan untuk daerah kecamatan-kecamatan lainnya proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) juga tergantung kesepakatan orangtua murid.

“Alhamdulilah kalau kita lihat dari survey-survey PTM yang ada di kecamatan yang jauh dengan status zona hijau, kebanyakan orangtua muridnya sepakat,” tutup Murjanie. (jul)

Bagikan