TEWASNYA SISWA SMP TARAKAN KARENA BUNUH DIRI MENUAI TANGGAPAN WARGA

Ilustrasi Gantung diri

ANEWS, Tarakan – Kabar duka dan mengenaskan yang melanda sebagai orangtua yang punya anak yang masih sekolah, yang tidak kita harapkan yang diduga sebagai akibat dampak proses belajar mengajar di tengah pandemic covid-19, seorang siswa di salah satu SMP di Tarakan ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya di Kelurahan Sebengkok, Tarakan, Selasa, 27/10 sekitar pukul 17.00 Wita yang mengaku sempat tertekan karena tugas sekolah.

Tanggapan sejumlah warga di Tarakan, Rabu yang umumnya mengaku prihatin dan meminta agar pihak sekolah dan orangtua menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran.

“Innalillahi wa innalillahi roji’un. Selain banyak tugas tanpa orangtua sadari, bentakan dan amarahan mereka bisa kian menjadi beban mental anak tertekan,” ujar Icha, salah seorang pelajar menuturkan tekanan selama ‘studi from home’ selama pandemi COVID-19.

Amy, salah seorang pelajar SMA Tarakan mengatakan bahwa bisa jadi hal itu dipicu orangtua yang kurang perhatian terhadap anak.

“Sekolah (proses mengajar belajar) tatap muka bukan jaminan jika orangtua kurang perhatian sehingga beban ditanggung sendiri anak, apalagi di masa pandemi ini tingkat stres tambah tinggi,” ujarnya.

“Hal yang dikhawatirkan terjadi, bagaimana anak tidak stress, di sekolah mendapat beban bahkan ancaman dari pengajar terkait nilai, belum lagi masalah biaya pulsa dan jaringan internet banyak bermasalah,” kata Kartini, salah seorang orangtua pelajar di Tarakan.

Persoalan lain, peranan orangtua ikut membuat siswa banyak tertekan karena mereka memang tidak memiliki kemampuan ikut membimbing atau mengajar.

Ia berharap atas kejadian itu segera dievaluasi tentang sikap para guru serta sistem belajar mengajar jarak jauh ini.

Sebelumnya, Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Tarakan, Iptu Muhammad Aldi saat dihubungi media, Selasa membenarkan kasus itu.

“Berdasarkan keterangan beberapa saksi, korban ini orangnya pendiam tapi pernah mengeluh karena banyak tugas dari sekolah,” kata Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Tarakan Iptu Muhammad Aldi.

Tewasnya siswa yang berusia 15 tahun tersebut membuat geger warga sekitar tempat tinggal korban di RT. 32 Kelurahan Sebengkok.

Selanjutnya petugas dari Polresta Tarakan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk dilakukan visum.

Sebelumnya, Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Tarakan, Iptu Muhammad Aldi saat dihubungi media, Selasa membenarkan kasus itu.

“Berdasarkan keterangan beberapa saksi, korban ini orangnya pendiam tapi pernah mengeluh karena banyak tugas dari sekolah,” kata Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Tarakan Iptu Muhammad Aldi.

Tewasnya siswa yang berusia 15 tahun tersebut membuat geger warga sekitar tempat tinggal korban di RT. 32 Kelurahan Sebengkok.

Selanjutnya petugas dari Polresta Tarakan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk dilakukan visum. (jul/sa/iz)

 

Bagikan