TANJUNG REDEB – Meski capaian penanganan stunting di Kabupaten Berau menunjukkan peningkatan signifikan, pemerintah daerah menegaskan bahwa tantangan utama saat ini justru berada di lapangan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu dengan anak di bawah dua tahun, dalam layanan posyandu.
Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, menyebut kehadiran kelompok tersebut menjadi kunci keberhasilan intervensi penanganan stunting secara cepat dan tepat sasaran.
“PR kita di lapangan hari ini adalah para ibu hamil maupun ibu yang punya anak di bawah dua tahun itu harus kita genjot untuk hadir di posyandu,” ujar Gamalis saat diwawancara, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, kehadiran rutin di posyandu akan mempermudah tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi permasalahan gizi maupun tumbuh kembang anak sejak dini. Dengan begitu, langkah intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.
“Kalau mereka bisa datang ke posyandu, intervensi kita lebih cepat, karena kita bisa mengidentifikasi masalah lebih akurat dan lebih cepat,” jelasnya.
Ia menegaskan, upaya penanganan stunting tidak bisa hanya bertumpu pada data dan administrasi semata. Intervensi langsung di lapangan menjadi faktor penentu, terutama dalam memastikan sasaran program benar-benar mendapatkan layanan yang dibutuhkan.
Gamalis juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlintas sektor hingga ke tingkat kampung, agar upaya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal. (Ta)













