TANJUNG REDEB – Pulau Maratua selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau dengan pesona kelas dunia. Namun dibalik citra wisata premium tersebut, sejumlah persoalan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah serius.
Krisis air bersih, pasokan BBM yang belum stabil, persoalan sampah, hingga ancaman abrasi pesisir masih menjadi tantangan besar yang membayangi masa depan pariwisata Maratua.
Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau yang menilai pembenahan sektor pendukung tidak bisa lagi ditunda.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan berbagai persoalan tersebut merupakan keluhan utama yang terus disampaikan masyarakat maupun pelaku usaha wisata.
“Kami sudah berdialog langsung dengan masyarakat. Keluhan yang paling banyak disampaikan terkait air bersih, BBM, kebersihan lingkungan, dan abrasi,” ujarnya.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Disbudpar juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik penting di Maratua.
Mulai dari fasilitas SPBU, embung air baku, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dermaga, hingga kawasan pesisir yang rawan abrasi menjadi fokus evaluasi.
Menurut Yudha, tantangan di Maratua tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan langkah konkret dan sinergi lintas sektor agar penanganan berjalan maksimal.
“Masalah di Maratua ini tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Semua OPD terkait harus bergerak bersama sesuai kewenangannya,” katanya.
Ia mencontohkan persoalan air baku yang membutuhkan keterlibatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sementara isu lingkungan dan kebersihan juga memerlukan dukungan instansi lain.
Yudha menegaskan, keberhasilan pengembangan Maratua sebagai destinasi unggulan tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Infrastruktur dasar yang memadai menjadi faktor utama untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus menopang ekonomi masyarakat lokal.
“Kalau persoalan mendasar ini tidak segera ditangani, dampaknya bukan hanya ke wisatawan, tetapi juga ke masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata,” tandasnya. (Akm)













