TANJUNG REDEB – Di era serba menggunakan teknologi dalam aktivitas sehari-hari, perpustakaan pun tak mau ketinggalan. Dengan mengadaptasi teknologi yang ada, kini pelayanan yang ada di perpustakaan lebih modern karena serba digital.
Program bimtek Inlislite atau teknis otomatisi perpustakaan dari Perpusnas RI, juga mulai diterapkan di Berau. Tak hanya perpustakaan daerah, perpustakaan sekolah dan kampung juga mulai menerapkan sistem ini.
“Inlislite versi 3.2 ini bukan sekadar software. Ini kunci agar perpustakaan sekolah dan kampung kita bisa go digital,” ujar Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau, Sunarto saat menutup pelatihan Inlislite bagi pengelola perpustakaan sekolah dan kampung, Jumat (26/6/2026).
Dalam penerapannya, Inlislite ini sangat memudahkan aktivitas mulai dari input data anggota, sirkulasi pinjam-kembali, sampai laporan statistik yang dulu manual, sekarang cukup klik.
“Tantangan kita ke depan bukan “bisa atau tidak”, tapi “mau konsisten atau tidak”, tegasnya.
Pelatihan Inlislite sendiri dilaksanakan selama 5 hari yakni dari tanggal 22 – 26 Juni 2026. Dan hasil yang didapatkan juga cukup memuaskan. Dari yang awalnya bingung login, sekarang sudah bisa katalogisasi dan cetak barcode. Itu kemajuan besar untuk literasi di Berau.
“3 pesan saya setelah pelatihan ini. Terapkan segera di perpustakaan masing-masing. Ilmu yang tidak dipakai akan lupa. Kedua, jaga data rapi dan update. Karena data yang bagus = layanan yang bagus. Ketiga, jangan jalan sendiri. Ada grup WA atau komunitas pengelola. Saling tanya, saling bantu,” pesannya.
Dikatakannya pula, Dispusip Berau akan terus mendampingi kalau ada kendala teknis. Tinggal hubungi tim untuk dicari solusinya bersama.
“Selamat kembali ke tugas. Mari kita jadikan perpustakaan sebagai rumah kedua bagi anak-anak Berau,” tutupnya. (Ard)













