SAKING BANGGANYA DILATIH TNI, TENTARA ASING IKUT-IKUTAN TIRU SERAGAM KOPASSUS

Ketika Tentara Asing Ikut-ikutan Pakai Seragam Kopassus karena Saking Bangganya Dilatih TNI /Instagram @penkopassus/YouTube Freeman Skywatcher via Zona Jakarta

ANEWS, Jakarta – TNI khususnya, TNI-AD memiliki pasukan elit yang sangat dikenal baik di dalam negeri maupun di negara-negara luar. Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan salah satu kekuatan tempur utama yang dimiliki Indonesia, seperti halnya TNI-AL yang memiliki Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka). Begitu juga TNI-AU yang memiliki Detasamen Bravo 90 (Denbravo).

Memiliki kemampuan khusus dibanding anggota TNI rata-rata, Kopassus termasuk dalam Komando Utama (KOTAMA) tempur milik TNI Angkatan Darat (AD).

Anggota TNI yang masuk dalam jajaran Kopassus, disebut harus memiliki kemampuan khusus seperti mampu bergerak cepat di setiap medan, menembak tepat, lihat mengintai dan kemampuan menangani aksi anti-teror.

Biasanya, anggota Kopassus gampang dikenali dengan tanda-tanda khusus di seragamnya, contohnya seperti penggunaan baret merah.

Namun siapa sangka, seragam yang biasa digunakan Kopassus ini sampai ditiru tentara asing dari negara lain. Apa alasannya?

Salah satunya karena pamor Kopassus yang dikagumi hingga ke jajaran prajurit internasional.

Dikutip dari Podcast Puspen TNI pada 17 Agustus 2020, Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Nyoman Cantiasa berkisah tentang sepak terjang Kopassus di luar negeri.

Tak main-main, ternyata Pasukan Khusus TNI AD itu rupanya sudah melanglang buana ke banyak negara menjalin kerjasama dan melakukan pelatihan.

“Apakah benar, Kopassus pernah diminta untuk melatih pasukan dari negara lain, boleh sedikit cerita atau sharing dengan kami bapak?,” tanya seorang prajurit wanita dalam podcast tersebut.

“Jadi Kopassus ini, dulu pernah kita diminta untuk mendidik dan melatih pasukan-pasukan khusus dari luar negeri. Itu tahun 70-an itu, dari Malaysia, ya yang pertama,” jawab Nyoman Cantiasa.

“Kemudian Kamboja, ya mereka langsung mengirimkan personilnya ke Pusdikpassus Batujajar di Lembaga Pendidikan sana. Mereka ikut latihan Komando, ya kemudian kita didik mereka,” lanjutnya.

Kemudian saat mereka kembali, tentara Kamboja itu, mulai simbol baret, baju semua, itu menggunakan seragamnya Kopassus di Kamboja sana.

“Karena bangganya dengan Kopassus mereka, dididik oleh tentara Indonesia,” tambah Nyoman Cantiasa.

Selain itu, Brunei juga jadi salah satu negara yang meminta Kopassus untuk melatih mereka.

“Jadi hubungan kerjasama dengan negara luar itu terbuka. Dalam rangka untuk menjaga komunikasi silaturahmi pasukan khusus di luar negeri, gitu,” jelas Danjen Kopassus itu.

Danjen Kopassus juga mengatakan bahwa Pasukan Baret Merah kerap ikut latihan bersama alias Latma dengan beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Australia dan beberapa negara ASEAN. (jul/zona jkt/lusi nafisa

Bagikan