PRO DAN KONTRA DIBUKANYA SEKTOR PARIWISATA JELANG LIBUR TAHUN BARU

ANews, Berau – Jelang tahun baru beberapa tempat wisata mulai dipadati pengunjung. Tentu hal tersebut menjadi agenda rutin tiap tahunnya. Apalagi Kabupaten Berau memiliki berbagai tempat wisata yang dapat menjadi rekomendasi liburan wisatawan dari luar daerah.

Walaupun di masa pandemi seperti ini Plt. Bupati Berau Agus Tantomo, mengungkapkan, destinasi wisata yang ada di Kabupaten Berau tak ditutup. Namun ada beberapa persyaratan mutlak yang harus dijalankan wisatawan, guna mengurangi hingga memutus rantai persebaran covid-19 khususnya di Kabupaten Berau.

“Kita tidak tutup tempat wisata, tapi saya intruksikan buat pembatasan jumlah yang masuk tempat wisata, 50 persen dari kapasitas. Untuk wisatawan yang dari luar berau boleh masuk jika kapasitas tersebut belum penuh dan wajib rapid antigen,” pungkasnya.

Plt. Bupati Berau, Agus Tantomo

Namun hal tersebut menimbulkan berbagai tanda tanya masyarakat, apakah tak menimbulkan klaster baru, apakah prokes akan sesuai dengan regulasinya. Tentu hal tersebut menimbulkan kecemasan serta kekhawatiran masyarakat.

Dikutip dari youtube Kompas TV, Menurut Sandiaga Uno Menteri baru Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mencegah persebaran covid-19 di masa libur akhir tahun agar tak terjadi lagi lonjakan kasus positif ialah dengan sangat menerapkan protokol kesehatan.

“Aspek kesehatan tak bisa dinegosiasi, protokol yang ketat dan disiplin, jika memiliki kesamaan pandang dan satu implementasi daripada regulasi dan sekarang pemerintah sudah menerapkan regulasi tersebut kita harus awasi,” ungkap sandiaga uno.

sumber foto AyoSemarang.com

Perlu digaris bawahi bahwa pariwisata menjadi sektor yang ikut terpuruk di masa pandemi, namun disisi lain menjadi salah satu tumpuan untuk bisa memulihkan perekonomian khususnya di Kabupaten Berau.

Tentu hal tersebut menjadi Pro dan Kontra di masyarakat, sebagian masyarakat menganggap dengan berlibur dan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai regulasi dapat meningkatkan imun tubuh serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di tempat wisata.

Namun sebagian masyarakat lain beranggapan dengan dibukanya destinasi wisata dapat meningkatkan penyebaran covid-19, dan dapat menimbulkan klaster baru. Serta tak adanya batasan akses masuk bagi wisatawan dari luar daerah dapat mempermudah penyebaran virus ini.

Maka jadilah wisatawan yang bijak dengan mempertimbangkan segala hal, dan tetap menjaga kesehatan, serta tetap menerapkan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak). (nov)

Bagikan