TANJUNG REDEB – Pemasaran masih menjadi masalah bagi para UMKM, khususnya para perajin. Beberapa pembuat suvenir di lokasi wisata bahkan sering kesulitan menjual produknya lantaran tak adanya akses menjual kepada wisatawan secara langsung.
Untuk mensiasati hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun mengajak pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) turut memajukan ekonomi kreatif, termasuk para perajin suvenir di desa-desa sehingga produk mereka terus berkembang, karena Berau terkenal sebagai daerah tujuan wisata.
Hal itu dapat dilihat dari kunjungan wisata yang terus meningkat per tahun, seperti 2020 sebanyak 127.396 wisatawan, 2021 menjadi 141.483 orang, 2022 menjadi 397.337 orang, 2023 menjadi 422.592 orang, dan pada 2024 naik lagi menjadi 557.214 wisatawan.
“Setiap kampung (desa) punya potensi dan keunggulan masing-masing, sehingga hal ini bisa digali oleh BUMDes dan diolah bersama perajin menjadi produk khas yang bisa dinikmati dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan,’ kata Wakil Bupati Berau Gamalis.
Selain itu, ia juga meminta kepada perusahaan bisa terlibat aktif dalam memajukan ekonomi kreatif di setiap kampung di sekitar perusahaan yang beroperasi, sebagai bentuk tanggung jawab sosial ke masyarakat.
“Cara yang bisa dilakukan perusahaan adalah dengan memberikan pendampingan terhadap pelaku UMKM, kemudian menjalankan kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk pendampingan bagi BUMKam (BUMDes) agar makin aktif memanfaatkan potensi di tiap kampung,” katanya.
Saat mengunjungi gerai-gerai dalam Expo Biatan di Kecamatan Biatan beberapa waktu lalu, ia juga mengatakan setiap kampung punya potensi yang berbeda kekhasan masing-masing, sehingga sesuatu yang unggul ini harus terus dikembangkan.
Potensi dan keunggulan di masing-masing kampung tersebut antara lain madu alam, madu hasil ternak, aneka kerajinan tangan, minuman tradisional, makanan ringan, hingga beragam kuliner yang diminati masyarakat setempat maupun wisatawan.
“Beragam produk khas ini, tentu dengan pemanfaatan yang optimal, maka tiap keunggulan dan potensi ini bisa menjadi sumber pendapatan yang membantu perputaran ekonomi di tiap kampung,” pungkasnya. (Adv/Ard)













