TANJUNG REDEB – Perhatian khusus bagi kampung di Kabupaten Berau bukan sekadar apresiasi. Dana Insentif Kinerja (DIK) pun diberikan sebagai bentuk penghargaan itu.
Sebanyak 15 kampung dianggap berprestasi dan bagus dalam hal pengelolaan keuangan. Total Rp1,45 miliar diberikan untuk kelimabelas kampung yang dianggap mampu mengelola keuangan, melaksanakan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara optimal. Dana insentif tersebut bersumber dari alokasi 1 persen dana afirmasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau, Tenteram Rahayu, menyampaikan bahwa pemberian DIK ini merupakan motivasi bagi kampung, agar terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Dana Insentif Kinerja ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga dorongan agar kampung semakin disiplin, transparan, dan fokus pada hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Tenteram dalam laporannya, Kamis (15/01).
Penilaian DIK Kampung dilakukan secara objektif dan terukur melalui empat indikator utama. Indikator pertama adalah kinerja pengelolaan keuangan kampung dengan bobot 25 persen, yang mencakup ketepatan waktu penetapan RKP Kampung, APBK, serta penyampaian laporan pertanggungjawaban.
Indikator kedua adalah kinerja realisasi alokasi dana kampung dengan bobot 20 persen, meliputi pelaksanaan bidang pemerintahan, pembangunan, serta penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
Sementara indikator ketiga berfokus pada pencapaian output kegiatan, seperti peningkatan pendapatan asli kampung, pelaksanaan padat karya tunai desa, dan pengadaan barang jasa secara swakelola.
Adapun indikator keempat adalah capaian hasil pembangunan dengan bobot 20 persen, meliputi peningkatan indeks desa, penurunan angka kemiskinan, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam layanan dasar.
Ia juga menambahkan, keberhasilan kampung penerima Dana Insentif Kinerja (DIK) diharapkan dapat menjadi contoh bagi kampung lainnya dalam mewujudkan pemerintahan kampung yang profesional dan berdaya saing.
“Kami berharap kampung-kampung yang menerima insentif ini bisa menjadi role model, sehingga praktik baik pengelolaan kampung dapat ditiru dan diterapkan secara lebih luas,” pungkasnya. (Ta)













