TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan penguatan UMKM menjadi prioritas, terutama melalui peningkatan kualitas desain produk batik dan kerajinan agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas. Hal itu disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih saat membuka Festival Pesona Batik Berau 2025 yang dirangkai dengan Dekranasda Expo.
“Ke depan kita bukan hanya membatik, tetapi kita sudah harus bisa membuat desain. Itu yang akan meningkatkan nilai produk kita,” ujarnya, (22/11).
Untuk mendukung hal tersebut, festival ini menghadirkan pelatihan desain selama tiga hari bagi perajin batik dan tenun. Bupati berharap pembinaan dapat dilakukan berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kegiatan saja.
“Kalau bisa pelatihnya datang tiga bulan sekali. Walaupun anggaran terbatas, kita bisa libatkan CSR perusahaan,” ujarnya.
Ia berpendapat bahwa, desain yang menarik akan memudahkan konsumen memilih dan meningkatkan daya saing batik Berau di pasar, baik lokal maupun nasional.
Selain batik, ia juga menyoroti potensi kerajinan berbahan manik dan kulit kayu. Menurutnya, pelaku UMKM harus berinovasi mengikuti tren modern agar nilai produk semakin tinggi.
“Kulit kayu jangan cuma untuk baju adat. Kita bisa buat tas modern dengan kombinasi bahan lain sehingga nilai jualnya lebih tinggi,” jelasnya.
Dengan hal itu, ia pun berharap dengan fokus pada desain dapat membuka peluang pemasaran baru dan meningkatkan nilai jual produk UMKM Berau di masa mendatang. (Adv/Man)













