Padam Bergilir, Kerusakan Unit PLTU Masih Proses Perbaikan

ANews, Teluk Bayur – Pemadaman bergilir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Berau sejak, Selasa (13/7/2021) membuat Wakil Bupati Berau Gamalis turun langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur untuk melihat kendala yang sedang dialami oleh unit pembangkit.

Disana Wabup yang ditemani oleh pihak PLN dan PLTU memantau unit yang bermasalah sedang dalam proses perbaikan. Sehingga dengan adanya perbaikan tersebut, terjadi defisit daya listrik sekitar 7 Megawatt.

“Sudah disampaikan memang terjadi sedikit trouble di mesin fan dan generator,” ujar Wabup, Rabu (14/7/2021).

“Mengingat kita harus betul-betul menseriusi ini dikarenakan pada saat bersamaan PPKM sedang diberlakukan di Kabupaten Berau lebih pula Rumah Sakit khususnya itu perlu mendapat suplai listrik yang benar-benar stabil,” tambahnya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Berau, Eko Hadi Pranoto mengaku, bahwa kerusakan pertama terjadi pada unit bagian luar yang berfungsi mengisap udara pembakaran masuk ke cerobong supaya temperaturnya tetap bisa stabil dan performa pembangkit dalam 24 jam juga bisa stabil.

Lainnya, dibagian generator yang ditemukan kotoran karena endapan debu, yang juga masih dalam proses pembersihan.

PLTU BERAU

“Ini kondisi yang sangat tidak kita harapkan apalagi ditengah PPKM, yang pasti kami dari PLN, PLTU sampai saat ini masih berusaha keras, berusaha untuk bisa mensuplai kembali supaya tidak terjadi deficit,” katanya.

“Semoga tidak ada kendala, kemudian kami sampaikan bahwa sementara proses perbaikan memang di pusat beban kami melakukan jadwal padam dan nyala,” beber Eko.

Namun begitu, kata Eko ada beberapa objek vital yang diprioritaskan pasokan listriknya stabil. Meliputi, Rumah Sakit, PMI, RSD Eks Cantika Swara, kemudian beberapa puskesmas, dan objek vital pengamanan publik seperti Polres, Kodim dan Lembaga Pemasyaratan.

“Jadi mohon ini bisa menjadi pengertian buat masyarakat semua, kemudian yang terakhir, bagi masyarakat yang pada saat ini atau nanti di rumahnya mengalami giliran padam, kami sangat mengimbau mohon berhati-hati saat menggunakan sarana alternatif penerangan lain, seperti lilin, genset atau mungkin lentera supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.

“Kami berusaha rolling per empat jam, pertimbangannya adalah kami memberhitungkan standar sesuai dengan kementerian ESDM, karena beban kita harus sesuai dengan daya mampu,” pungkasnya.

Bagikan